Soal Ketentuan Harga Tiket Pesawat, Ini Kata Bos Garuda

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
08 August 2022 11:15
Kabar Baik! Garuda Indonesia dan Kreditur Damai Foto: Kabar Baik! Garuda Indonesia dan Kreditur Damai

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) buka suara terkait kebijakan harga tiket pesawat. Terutama, harga tiket yang mengacu pada aturan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) maupun kebijakan penunjang dalam kaitan komponen harga tiket lainnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, menyikapi imbauan Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub) mengenai penerapan harga tiket yang lebih terjangkau bagi masyarakat, perseroan mengajak seluruh pemangku kepentingan di industri penerbangan untuk bersama-sama fokus mengoptimalkan momentum pemulihan industri penerbangan maupun kebangkitan ekonomi nasional.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah, dengan terus memperkuat sinergitas dalam memaksimalkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi udara yang aman dan nyaman.


Manajemen melihat, imbauan ini sebagai pengingat bagi seluruh pelaku industri layanan transportasi udara untuk menyelaraskan langkah akselerasi kinerja dengan tetap menjaga komitmen kepatuhan terhadap aturan bisnis penerbangan. Termasuk, mengenai penerapan komponen harga tiket yang mengacu pada ketentuan dan regulasi berlaku serta secara berkesinambungan terus meningkatkan layanan transportasi udara yang berkualitas bagi masyarakat.

"Kami percaya kesadaran atas pentingnya keselarasan upaya untuk tumbuh dan pulih bersama di tengah situasi pandemi yang berkepanjangan, menjadi esensi penting guna memastikan ekosistem industri transportasi udara dapat terus bergerak maju memaksimalkan momentum pemulihan. Oleh karenanya, kiranya komitmen ini yang harus terus dijaga oleh seluruh pihak," kata Irfan dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2022).

Sementara itu, terkait penerapan kebijakan Kementerian Perhubungan RI KM 142 Tahun 2022 tentang besaran biaya tambahan (surcharge) yang disebabkan adanya fluktuasi bahan bakar (fuel surcharge), pihaknya akan menyikapi dan menjalankan kebijakan tersebut secara cermat dan seksama.

"Dengan mempertimbangkan fluktuasi harga bahan bakar avtur terhadap kebutuhan penyesuaian harga tiket yang tentunya dengan tetap mengedepankan pemenuhan kebutuhan masyarakat atas aksesibilitas layanan penerbangan," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cek Harga Terbaru Minyak Goreng di Sini, Beneran Turun Nih?


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading