Rasio NPL BRI Terkendali di 3,26%, Siapkan 2,7x Cadangan

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
27 July 2022 13:01
Sunarso Dirut BRI dalam acara press conference kinerja keuangan BRI kuartal II 2022 (Tangkapan layar zoom) Foto: Sunarso Dirut BRI dalam acara press conference kinerja keuangan BRI kuartal II 2022 (Tangkapan layar zoom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rasio NPL PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) secara konsolidasian per 30 Juni 2022 terkendali di level 3,26%.

Artinya, kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit mampu diimbangi dengan manajemen risiko yang baik.

"Rasio NPL BRI secara konsolidasi masih terkendali, 3,26%. Kita (BRI) itu lebih dari 80% portofolio kita UMKM, terutama di mikro dengan NPL 3,26% bisa kita katakan sangat manageable. Risk management sudah berjalan dengan baik," ujar Direktur Utama BRI Sunarso dalam konferensi pers, Rabu (27/7/2022).

Sunarso mengatakan BRI menyiapkan pencadangan sebagai langkah antisipatif atas potensi pemburukan kredit.

NPL Coverage BRI tercatat sebesar 266,26% di akhir kuartal II 2022, di mana angka ini meningkat dibandingkan dengan NPL Coverage di akhir Kuartal II 2021 yang sebesar 252,59%.

"Kita sediakan 2,7x cadangan terhadap NPL. Artinya kalau NPL tidak terbayar, itu masih aman. Angka ini meningkat dari triwulan 2 2021 di mana NPL Coverage kita 2,53x," jelasnya. 

Strategi BRI dalam menjaga NPL yakni dengan selective growth, berfokus pada sektor-sektor yang memiliki potensi kuat serta eksposur minimum terhadap
gejolak tersebut, seperti pertanian, industri bahan kimia, serta makanan dan minuman.

Upaya lain yang dilakukan BRI untuk menjaga NPL yakni selektif dalam menentukan kelayakan nasabah restrukturisasi dengan mempertimbangkan
kondisi dan potensi bisnis nasabah, serta menerapkan soft landing strategy dengan menyiapkan pencadangan yang cukup untuk mengantisipasi terjadinya
pemburukan kualitas kredit nasabah restrukturisasi.

BRI juga berhasil mencatatkan kinerja positif dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga akhir Kuartal II 2022, DPK BRI tercatat tumbuh 3,7% menjadi Rp 1.136,98 triliun.

Dana murah (CASA) menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI, di mana secara year on year meningkat sebesar 13,38%. Apabila dirinci, Giro tercatat tumbuh 25,63% dan Tabungan tumbuh 8,32%.

Secara umum, saat ini proporsi CASA BRI tercatat 65,12%, meningkat signifikan dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 59,56%.

Kemampuan BRI untuk meningkatkan proporsi CASA berdampak positif bagi efisiensi yang dilakukan perseroan. Hal tersebut tercermin dari beban bunga yang
tercatat menurun sebesar 8,50% secara year on year.

Peningkatan CASA yang dilakukan oleh perseroan selaras dengan transformasi yang sedang dijalankan BRI, di mana inisiatif strategis yang dijalankan difokuskan untuk mengakselarasi CASA growth.

Kemampuan BRI dalam menyalurkan kredit dan pembiayaan juga didukung dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. Hal ini terlihat dari LDR bank secara konsolidasian yang terjaga di level 88,45% dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,06%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BRI Sumbang Dividen ke Negara Rp 14,045 T dari Laba 2021


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading