Dolar AS Sudah Rp15 Ribu, Masih Aman Nih Pak Gubernur BI?

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
21 July 2022 14:50
Konferensi Pers: 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting (Tangkapan layar) Foto: Konferensi Pers: 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting (Tangkapan layar)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo buka-bukaan soal kondisi nilai tukar rupiah yang belakangan ini dalam tren pelemahan. Kini dolar Amerika Serikat (AS) bertengger di level Rp 15.000.

"Nilai tukar rupiah mengalami tekanan yang meningkat sebagaimana regional lainnya di tengah ketidakpastian pasar global yang tinggi," ungkapnya dalam konferensi pers, Kamis (21/7/2022).


Perry menyampaikan depresiasi nilai tukar rupiah sejak awal tahun atau year to date (ytd) adalah 4,9%. Ini masih lebih rendah dibandingkan Malaysia, Thailand, India dan negara kawasan lainnya.

"Ke depan BI akan melakukan langkah-langkah stabilisasi rupiah sebagai upaya mendukung inflasi dan menjaga stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan," paparnya.

Kekuatan rupiah bersumber dari pasokan valuta asing yang memadai, ditopang oleh lonjakan ekspor seiring dengan tingginya harga komoditas internasional seperti batu bara, nikel, bauksit hingga minyak kelapa sawit.

"Fundamental nilai tukar rupiah kita itu akan stabil dan akan cenderung menguat," tegas Perry.

Meski demikian, BI tetap berada di pasar memantau dengan dekat pergerakan nilai tukar. BI siap melakukan stabilisasi melalui penguatan moneter dan penjualan SBN di pasar sekunder.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Waspadai 3 Sentimen Global Ini


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading