Rajin Ekspansi, Ini Sederet Manuver Bisnis Grup Salim

Market - Riset, CNBC Indonesia
06 July 2022 08:10
anthoni salim (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu konglomerasi yang akhir-akhir ini aktif melakukan manuver dan ekspansi bisnis adalah Group Salim. Aksi terbaru Group Salim yakni mengakuisisi 40% saham konsesi tol Jalan Layang Jakarta-Cikampek dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melalui kendaraan bisnisnya di bidang infrastruktur.

Namun, bukan hanya di bisnis jalan tol saja ekspansi yang dilakukan oleh kerajaan bisnis orang terkaya nomor 3 di Indonesia versi majalah Forbes ini. Sebelumnya, Grup Salim sempat dirumorkan melakukan akuisisi terhadap anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). Selanjutnya, Group Salim juga mengumumkan kerja sama dengan emiten teknologi yaitu PT WIR ASIA Tbk (WIRG).


Bersama dengan WIRG, Group Salim sepakat untuk membentuk perusahaan patungan bernama PT Metaverse Indonesia Makmur yang akan fokus menggarap bisnis dunia virtual yang sedang hype. Salim dan keluarganya masuk ke bisnis metaverse lewat salah satu anak usahanya yaitu PT Surya Semesta Karya Persada.

Ekspansi ke sektor new economy tidak hanya metaverse saja, sebelumnya Salim juga masuk ke dunia data center lewat pembelian saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang juga tak kalah fenomenal dengan WIRG yang harga sahamnya melesat ribuan persen setelah IPO.

Anthony Salim diketahui menguasai 11,12% saham DCII atau setara dengan 192,7 juta saham setelah memborong saham tersebut dengan modal Rp 1 triliun tahun lalu.

Jika ditarik mundur lagi, ekspansi bisnis Grup Salim juga dilakukan di sektor keuangan. Setelah melepas mayoritas kepemilikan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) saat krisis moneter lebih dari dua dekade silam, Group Salim kembali masuk ke bisnis perbankan.

Dua tahun lalu pada Januari 2020, Group Salim lewat PT Indolife Pensiontama tercatat menjadi pemegang saham pengendali PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dengan kepemilikan saham mencapai 22,47%.

Hal lain yang menarik adalah Grup Salim juga memiliki jejak kepemilikan saham (meskipun minoritas) di entitas bisnis milik jajaran orang terkaya di Indonesia.

Untuk diketahui, PT Indolife Pensiontama mengempit saham PT Bank Mega Tbk (MEGA) yang dimiliki oleh pengusaha nasional Chairul Tanjung lebih dari 5% atau tepatnya 5,7%.

Perusahaan perbankan milik Chairul Tanjung yang lain yang bergerak sebagai digital bank yaitu PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) juga sebesar 6% sahamnya dimiliki oleh Keluarga Salim lewat kendaraan PT Indolife Investama Perkasa.

Lebih lanjut, jejak bisnis Grup Salim juga menjangkau sektor teknologi dan media yang dimiliki oleh Eddy Kusnadi Sariaatmadja yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang dikuasai langsung oleh Anthoni Salim sebesar 9%.

Kini bisa dibilang jejaring bisnis Group Salim sudah sangat menggurita di RI. Kalau diperhatikan bisnis Group Salim ada di semua lini mulai dari sektor konsumen, automotive, industri keuangan perbankan, jalan tol hingga new economy. Berbagai manuver yang dilakukan oleh Group Salim merupakan bentuk strategi ekspansi dan diversifikasi investasi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BI Tahan Suku Bunga! Sempat Rekor 7.032, IHSG Ditutup Merah


(trp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading