Sentuh Rekor Termahal 1 Tahun, Dolar Singapura Balik Turun

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
04 July 2022 10:25
Ilustrasi Penukaran Uang (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumat pekan lalu nilai tukar dolar Singapura menguat tajam melawan rupiah ke Rp 10.750/SG$ hingga menyentuh rekor termahal dalam satu tahun terakhir. Tetapi penguatan tersebut gagal dipertahankan dan berbalik turun hingga perdagangan Senin (4/7/2022).

Melansir data Refinitiv, dolar Singapura pagi ini turun ke Rp 10.675/SG$, melemah 0,17% di pasar spot.

Kasus pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19) yang kembali menanjak di Singapura membuat mata uangnya berfluktuasi.


Rata-rata kasus dalam 7 hari hingga 2 Juli tercatat sebanyak 8.266 kasus, menjadi yang terbanyak sejak 25 Maret lalu.

Tren kenaikan tersebut diperkirakan masih akan berlanjut, Menteri Kesehatan Ong Ye Kung pada bulan lalu mengatakan puncak kasus kemungkinan akan terjadi pada bulan Juli dan Agustus.

Sementara itu rupiah masih belum bisa menguat tajam pasca rilis data ekonomi dari dalam negeri Jumat lalu.

Tanda-tanda pelambatan sudah mulai terlihat. Ekspansi sektor manufaktur mulai melambat, bahkan nyaris mengalami kontraksi.

S&P Global mengumumkan aktivitas manufaktur yang diukur dengan Purchasing Managers' Index (PMI) Indonesia periode Juni 2022 berada di 50,2. PMI menggunakan angka 50 sebagai tolok ukur. Kalau masih di atas 50, maka artinya berada di zona ekspansi.

Akan tetapi, pencapaian Juni turun dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 50,8. Skor PMI manufaktur Indonesia memang sudah 10 bulan beruntun di atas 50, tetapi Juni menjadi yang terendah.

"PMI berada di posisi terendah selama periode ekspansi, hanya tipis di atas zona netral 50. Hanya ada sedikit perbaikan, yaitu di sektor kesehatan," ungkap laporan S&P Global.

Industri pengolahan merupakan kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB) berdasarkan lapangan usaha. DI kuartal I-2022 kontribusinya lebih dari 19% dari total PDB. Sehingga, ketika sektor manufaktur berkontraksi, pastinya akan berdampak ke pelambatan pertumbuhan ekonomi.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Biden-Putin Bikin Kurs Dolar Singapura Jeblok Lagi!


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading