Garuda Ajak Swasta Kerjasama Nambah Pesawat, Siapa Minat?

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
30 June 2022 20:30
Pesawat Bombardier CRJ1000 Garuda Indonesia (Dok: Bombardier Gallery) Foto: Pesawat Bombardier CRJ1000 Garuda Indonesia (Dok: Bombardier Gallery)

Jakarta, CNBC Indonesia - Garuda Indonesia berencana melakukan kerja sama operasi (KSO) dengan pihak swasta untuk pengadaan pesawat, sambil menunggu dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,5 triliun yang akan turun. Perusahaan juga menargetkan penambahan 70 unit pesawat.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Prasetyo menjelaskan, rencana penambahan armada akan dilakukan dengan dua opsi. Pertama dengan Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Perusahaan Pengelola Aset, atau dengan badan usaha swasta yang ingin menghidupkan pesawat yang sedang tidak digunakan atau under maintenance dengan cara bagi hasil untuk rute selektif yang disepakati.

"Menunggu PMN agak lama sekitar 6 bulan, tapi opsi lain seperti mengundang sinergi dengan PT PPA (Perusahaan Pengelola Aset). Kalau nanti disepakati kita akan diskusi lagi," kata Prasetyo dalam Rapat bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (30/6/2022).


Artinya, jika ada rute pilihan untuk pesawat yang disepakati untuk kerja sama, nanti hasilnya akan digunakan untuk melunasi bunga dan jaminannya. 

Sedangkan, opsi kedua ditawarkan kerja sama operasi dengan pihak swasta. "Kita tawarkan ke swasta yang mau membiayai, lumayan returnnya," jelasnya.

Setelah operasi jalan, akan ada klausul untuk terminasi ketika Penyertaan Modal Negara (PMN) turun. Selain itu Prasetyo menjelaskan tender ini akan dibuka dalam waktu dekat.

Kondisi keuangan garuda mengalami tekanan yang berat pada masa dua tahun terakhir pandemi, di mana traffic penumpang mengalami penurunan tajam.

"Pandemi 2 tahun terakhir Garuda mengalami tekanan berat, dari revenue drop hampir 70%. Diikuti tambahan utang yang cukup besar dan membaik pada April lalu saat Hari Raya, di mana pada saat ini perbulan mencapai revenue US$ 120 juta. Direct cost masih dipertahankan sekitar 50% khususnya tertinggi dari biaya avtur," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini Alasan PMN Rp 7,5 T Buat Garuda Belum Cair


(hsy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading