Awas! Ada Risiko IHSG Merosot Lagi di Sesi 2

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
27 June 2022 12:19
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles dan keluar dari level psikologis 7.000 pada perdagangan awal pekan ini, Senin (27/6/2022).

IHSG sempat naik ke zona hijau di awal perdagangan dan menyentuh posisi tertingginya di 7.070,52. Namun setelah itu IHSG ambles dan menyentuh posisi terendah di 6.977,36.

Namun di akhir perdagangan sesi pagi, IHSG ditutup melemah 0,83% ke 6.984,28. IHSG justru melemah saat mayoritas indeks saham Asia menghijau.


Indeks Hang Seng memimpin penguatan dengan apresiasi 3,15% dan disusul indeks Nikkei dengan kenaikan 1,48%.

Sebenarnya katalis positif cukup kuat dengan kinerja Wall Street yang terapresiasi. Pada perdagangan Jumat pekan lalu, Dow Jones melonjak 2,68% ke level 31.500,68, S&P 500 melompat 3,06% ke 3.911,74, dan Nasdaq melejit 3,34% ke 11.607,62.

Untuk perdagangan sesi II, cermati analisis teknikal di bawah ini.

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu jam (hourly) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB sesi I, cenderung bergerak turun dan gagal mempertahankan posisinya di batas bawah BB terdekat di 7.000.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

jkseGrafik: IHSG 1 Jam
Foto: Refinitiv

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Indikator RSI cenderung turun ke 45,78 mengindikasikan penguatan momentum jual tetapi masih jauh dari area jenuh beli.

Dilihat dari indikator lain yaitu Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 sudah mulai memotong garis EMA 26 dari atas.

IHSG kemungkinan masih bisa terkoreksi di sesi II. Level support terdekat IHSG berada di 6.934 sedangkan level resisten terdekat di 7.065.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investor Asing Borong Saham Terus, IHSG Bangkit di Sesi II?


(pap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading