Ini Jurus BI Jaga Rupiah dari Amukan Dolar AS

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
23 June 2022 14:35
Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Juni 2022

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) menyadari situasi nilai tukar rupiah yang tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian global yang tinggi.

Rupiah melemah sebesar 1,93% dibandingkan akhir Mei 2022.


"Depresiasi terjadi karena meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat pengetatan moneter di berbagai negara untuk menekan inflasi," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Kamis (23/6/2022)

Perry menjelaskan, sekalipun rupiah tertekan namun sejauh ini pasokan valuta asing (valas) masih terjaga. Sehingga mekanisme pasar tetap berjalan. Rupiah pun tidak melemah dalam seperti banyak negara lainnya.

"BI ke depan akan terus mencermati pasokan valas dan memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dan nilai fundamental untuk mendukung pengendalian inflasi," jelasnya.

BI juga siap mengambil langkah intervensi apabila diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ramalan Ekonomi & Jurus BI Hadapi Tantangan pada 2022


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading