Daftar 7 Konglomerat Pemilik Stasiun Televisi, Tajir Melintir

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
22 June 2022 15:20
Presenter wanita untuk Tolo News, Sonia Niazi, menutupi wajahnya dalam siaran langsung di stasiun TV Tolo di Kabul, Afghanistan, Minggu (22/5/2022). Taliban menambah panjang aturan dengan mewajibkan presenter perempuan di Afghanistan menutup wajah saat siaran langsung di televisi. (Photo by WAKIL KOHSAR/AFP via Getty Images) Foto: Presenter wanita untuk Tolo News, Sonia Niazi, menutupi wajahnya dalam siaran langsung di stasiun TV Tolo di Kabul, Afghanistan, Minggu (22/5/2022). Taliban menambah panjang aturan dengan mewajibkan presenter perempuan di Afghanistan menutup wajah saat siaran langsung di televisi. (Photo by WAKIL KOHSAR/AFP via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bisnis penyiaran dan periklanan melalui stasiun televisi merupakan salah satu sektor ekonomi utama di Tanah Air. Meski pangsa pasarnya mulai tergerus dengan kehadiran beragam platform audio visual baru, bisnis televisi masih memberikan keuntungan yang signifikan dan membesarkan beberapa nama yang kemudian menjadi taipan terkaya di Indonesia.

Meski tidak semuanya memulai karier di Industri media atau menggenggam portofolio bisnis terbesar di Industri tersebut, setidaknya saat ini terdapat enam taipan RI yang memiliki stasiun TV di Tanah Air, baik itu yang tersedia gratis ataupun yang berbayar.

Berikut secara rinci daftar tujuh konglomerat pemilik stasiun televisi yang namanya dekat di telinga masyarakat RI.


Hary Tanoesoedibjo

Pengusaha yang kini juga aktif di dunia politik lewat Partai Perindo ini merupakan salah satu taipan yang bisnis utamanya bergerak di industri media.

Melalui grup bisnis Media Nusantara Citra (MNCN), Hary Tanoe menjadi pemilik dari empat stasiun televisi besar di Indonesia yakni RCTI, GTV, MNCTV dan iNews.

RCTI yang merupakan jaringan televisi swasta pertama di Indonesia, secara konsisten menjadi salah satu stasiun televisi dengan rating tertinggi di Indonesia.

Selain televisi, Harry Tanoe juga ikut menguasai pangsa pasar di segmen industri media lainnya, termasuk radio serta media cetak dan online.

Forbes memperkirakan total kekayaan Hary Tanoe pada tahun 2022 mencapai US$ 1,5 miliar atau setara dengan Rp 21,75 triliun (kurs Rp 14.500/US$) dan menduduki peringkat ke-40 orang terkaya se-Indonesia tahun 2021.

Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Eddy merupakan pemilik Grup Emtek yang mengelola sejumlah stasiun televisi besar Tanah Air. Elang Mahkota Teknologi (EMTK) merupakan pengendali dari Surya Citra Media (SCMA), perusahaan yang bergerak dalam industri multimedia, hiburan, dan komunikasi. SCMA diketahui memiliki stasiun televisi terestrial swasta nasional yakni SCTV dan Indosiar.

Grup Emtek juga memiliki stasiun televisi lain yakni O Channel yang dimiliki usai membeli saham MRA Media.

Selain televisi, Eddy juga ikut menguasai pangsa pasar di segmen industri media lainnya, termasuk layanan streaming lewat Vidio dan media cetak di bawah bendera Liputan 6.

Forbes memperkirakan total kekayaan Eddy pada tahun 2022 mencapai US$ 3 miliar (Rp 43,5 triliun) dan sempat menduduki peringkat ke-20 orang terkaya se-Indonesia tahun 2020.

Chairul Tanjung

Pengusaha yang akrab dipanggil CT ini merupakan pendiri dari CT Corp, konglomerasi bisnis yang selain aktif berbisnis di industri media juga terjun di industri perbankan dan ritel.

Lengan media CT Corp digerakkan oleh Transmedia yang memiliki dua stasiun televisi utama Tanah Air yakni Trans TV dan Trans 7. Selain itu, CT juga merupakan salah satu pemain terbesar di segmen media online dan merupakan pemilik kanal berita Detik, CNN Indonesia dan CNBC Indonesia.

Forbes memperkirakan total kekayaan Eddy pada tahun 2022 mencapai US$ 8,3 miliar (Rp 120,35 triliun) dan menduduki peringkat ke-6 orang terkaya se-Indonesia tahun 2021.

Keluarga Bakrie

Konglomerasi bisnis Grup Bakrie memiliki bisnis yang terdiversifikasi, utamanya bergerak di sektor sumber daya, termasuk pertambangan dan perkebunan. Meski demikian, grup tersebut juga memiliki jejak di industri media dengan menguasai dua stasiun televisi utama Tanah Air.

Grup Bakrie diketahui merupakan pemilik dari TV One dan ANTV. Selain itu dari segmen media online, grup tersebut juga mengendalikan Viva News.

Saat ini tidak diketahui secara rinci berapa estimasi kekayaan keluarga Bakrie, karena namanya telah lama absen dari daftar orang terkaya Tanah Air versi Forbes.

Peter Sondakh

Pengusaha yang mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari konglomerasi bisnis Rajawali Corpora ini diketahui merupakan salah satu pendiri RCTI, stasiun televisi pertama di Indonesia.

Meski demikian Peter akhirnya melepas kepemilikan di stasiun televisi tersebut tahun 2003. Saat ini dirinya diketahui merupakan pemilik RTV yang pertama kali diluncur tahun 2009 dengan nama berbeda dan baru menggunakan nama saat ini pada 2014.

Peter yang juga memiliki bisnis di sektor tambang dan perkebunan diperkirakan Forbes memiliki kekayaan US$ 2,1 miliar (Rp 30,45 triliun) tahun ini. Namanya juga berada di urutan ke-20 daftar 50 orang terkaya RI tahun lalu.

Mochtar Riady

Keluarga Riady merupakan pengendali dari Grup Lippo dengan bisnis utama termasuk real estat, ritel, layanan kesehatan hingga media dan pendidikan.

Di industri media, Grup Lippo diwakilkan oleh Berita Satu Holdings yang merupakan operator daro stasiun televisi Berita Satu TV.

Forbes memperkirakan total kekayaan keluarga Riady pada tahun 2022 mencapai US$ 1,8 miliar (Rp 26,1 triliun) dan menduduki peringkat ke-23 orang terkaya se-Indonesia tahun 2021.

Hartono Bersaudara

Budi Hartono dan Michael Hartono merupakan pemilik Grup Djarum yang mengendalikan emiten terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski bukan segmen bisnis utama, Hartono juga memiliki jejak di industri media. Di bisnis penyiaran, keduanya memiliki jaringan Mola TV yang merupakan televisi berbayar. Selain itu lengan investasi Grup Djarum juga melakukan investasi di dua media online baru Tanah Air yakni Kumparan dan IDN Times.

Forbes memperkirakan total kekayaan Hartono Bersaudara pada tahun 2022 mencapai US$ 42,6 miliar (Rp 617,7 triliun) dan menduduki posisi puncak orang terkaya di Indonesia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Komoditas Mahal, Berkah Bagi Para Konglomerat


(fsd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading