Harusnya Listing 14 Juni, Mandiri Mineral Perkasa Batal IPO?

Market - vap, CNBC Indonesia
20 June 2022 16:10
PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk (NPII)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk (NPII), emiten di bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian, diketahui membatalkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Hal itu terungkap dalam laman e-ipo, di mana status IPO perseroan adalah canceled. Hingga berita ini ditulis, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna belum memastikan apakah Mandiri Mineral memang membatalkan atau menunda rencana IPO-nya. 

Yang jelas, jika dilihat dari jadwal sementara IPO perseroan, perseroan dijadwalkan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada 14 Juni 2022. Artinya, IPO perseroan sudah melewati jadwal rencana awal. 


Hingga Senin (20/6/2022), perseroan belum menetapkan harga fix IPO dan belum melangsungkan penawaran umum. Berdasarkan jadwal IPO, perkiraan masa penawaran umum adalah pada 8-10 Juni 2022. 

Mandiri Mineral Perkasa merupakan salah satu pemimpin dan perusahaan terkemuka kontraktor Nikel di Indonesia dengan cakupan wilayah di Sulawesi Tenggara yang merupakan salah satu pusat Nikel di Tanah Air.

Berdasarkan prospektus, perseroan berencana melepas paling banyak 950 juta saham biasa atau paling banyak 0,73% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO dengan nilai nominal Rp 2 per saham.

Saham yang ditawarkan merupakan saham baru dengan kisaran harga penawaran Rp 132 hingga Rp 142 untuk setiap saham. Sehingga jumlah kisaran Penawaran Umum Perdana Saham mencapai Rp 125,4 miliar - Rp 134,9 miliar. 

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Surya Fajar Sekuritas.

Bersamaan dengan IPO ini, perseroan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 4,75 miliar atau setara 3,65% dari modal disetor pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO. Pada setiap satu saham baru hasil penawaran umum melekat lima waran Seri I di mana setiap satu waran seri I dapat ditukar dengan satu saham biasa atas nama.

Waran seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melaksanakan pembelian saham biasa atas nama dengan nilai nominal sebesar Rp 2 setiap saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 500 setiap saham.

Jumlah dana yang akan diterima perseroan dari penawaran waran seri I seluruhnya berjumlah sebanyak-banyaknya Rp 2,375 triliun, yang dapat dilaksanakan selama berlakunya pelaksanaan yaitu sejak enam bulan setelah efek diterbitkan, mulai dari tanggal 14 Desember 2022 sampai dengan tanggal 13 Juni 2024.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham perseroan setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk modal kerja perseroan guna mendukung kegiatan usaha seperti pembelian sparepart alat-alat berat, pembelian bahan bakar (fuel) untuk alat-alat berat, pembayaran tenaga kerja karyawan baik site maupun operasional kantor, untuk melakukan sewa alat berat dalam jangka pendek.

Sedangkan, dana hasil penawaran waran seri I seluruhnya juga akan digunakan oleh perseroan sebagai modal kerja perseroan guna mendukung kegiatan usaha seperti pembelian sparepart alat-alat berat, pembelian bahan bakar (fuel) untuk alat-alat berat, pembayaran tenaga kerja karyawan baik site maupun operasional kantor, untuk melakukan sewa alat berat dalam jangka pendek.

PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa kontraktor nikel terintegrasi (end to end services), meliputi pelayanan jasa eksplorasi potensi nikel, estimasi sumber daya dan cadangan, desain tambang dan perencanaan tambang, produksi nikel, QAQC atas produksi dengan fasilitas laboratorium dan preparasi, pengaturan penjualan produk ore nikel hingga pelayanan pengiriman sampai dengan pabrik peleburan nikel, serta keamanan dan keselamatan lingkungan penambangan, dan pengendalian mutu di beberapa proyek bijih nikel.

Saat ini, saham NPII dipegang oleh PT Handal Citra Wasesa sebesar 52,53%, PT Mitra Kayu Industri 18,20%, PT Empat Pilar Adidaya 7,97%, PT Anugerah Cakrawala Mandiri 4,5%, PT Duta Utama Berlian 3,9%, PT Permata Berlian Makmur 3,9%, PT Citra Megah Sejati 3,8%, PT Prima Inti Mineral 3,5%, Liem Siauw Hui 0,8%, Yetty Afnita 0,3%, Santoso Widjojo 0,3%, dan PT Satu Nusa Investama 0,3%. 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jadi Emiten ke-17 Tahun Ini, Simak Rencana Besar Murni Sadar


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading