Emas Beri Kabar Kurang Enak, Apaan Tuh?

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
20 June 2022 06:34
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas mengawali akhir pekan ini di zona negatif. Pada perdagangan Senin (20/6/2022) pukul 06:08 WIB, harga emas di pasar internasional ada di posisi US$ 1.838,65 per troy ons. Emas melemah 0,04%.

Pelemahan emas ini memperpanjang catatan negatif sang logam mulia. Pada Jumat pekan lalu, harga emas juga ditutup melemah 0,9% ke US$ 1.839, 35 per troy ons.

Dalam sepekan harga emas masih menguat 1,1% secara point to point. Namun, dalam sebulan sang logam mulia sudah merosot 0,4% sementara dalam setahun melonjak 3,1%.



JPMorgan mengatakan kenaikan tingkat suku bunga global sangat mempengaruhi harga emas. Pekan lalu, ada 11 bank sentral yang menaikkan suku bunga acuan, ternasuk The Federal Reserve (The FEd) dan bank sentral Inggris (Bank of England/BoE).

"Lonjakan inflasi akan mendorong harga emas tetapi harga emas mudah sekali anjlok karena keputusan banyak bank sentral yang menaikkan suku bunga acuan. Situasi ini membuat harga emas tertahan," tutur JPMorgan, seperti dikutip Reuters.

Analis dari Saxo Bank, Ole Hansen, mengatakan risiko stagflasi dan resesi bagaimanapun akan mencegah emas jatuh terlalu dalam. Pasalnya, emas dinilai sebagai aset lindung nilai sehingga tetap dicari karena ada kekhawatiran stagflasi dan resesi.

"Itulah alasan mengapa pergerakan emas tidak terlalu didikte oleh kenaikan yield surat utang" ujar Hansen.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sudah Dibantu Banyak Cara, Harga Emas Masih Mager


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading