Tak Ikut Ambruk, Airlangga: Banyak Negara Mau Belajar ke RI

Market - MAIKEL JEFRIANDO, CNBC Indonesia
16 June 2022 11:01
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Saat UI International Conference on G20 (Tangkapan Layar Youtube UI Teve) Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Saat UI International Conference on G20 (Tangkapan Layar Youtube UI Teve)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi dunia kini dalam kondisi yang amat buruk. Sederet negara diramalkan akan alami kejatuhan ekonomi alias ambruk. Namun tidak untuk Indonesia.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemulihan ekonomi Indonesia yang berlanjut disebabkan oleh kebijakan yang tepat. Maka tak salah banyak negara yang ingin belajar dari Indonesia.


"Kebijakan Indonesia sudah di jalur yang benar, maka banyak negara ingin belajar dari Indonesia," ujarnya dalam International Conference on G20 "Expediting Indonesia's Role in Strategic Issues for G20 Presidency", Kamis (16/6/2022)

Airlangga menyampaikan, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh di level 5% dalam dua kuartal terakhir dan tetap akan tumbuh pada kuartal II-2022. Akhir tahun pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,7%-5,2%. Perkiraan yang tidak jauh berbeda dibandingkan beberapa lembaga internasional.

Inflasi Indonesia berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) berada di level 3,55% (year on year/yoy). Airlangga memperkirakan inflasi hingga akhir tahun masih bisa terkendali dalam kisaran asumsi.

Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang memberikan subsidi hingga Rp 400 triliun agar harga bahan bakar minyak (BBM), listrik dan LPG 3 kg tidak naik. Dengan demikian daya beli masyarakat bisa terjaga. Ditambah lagi pemberian bantuan sosial (bansos) yang lebih besar.

"Inflasi 3,5% jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara," imbuhnya.

Meski tambahan subsidi besar, namun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak begitu terbebani. Bahkan defisit APBN bisa berkurang drastis dari asumsi awal dikarenakan besarnya penerimaan negara dari lonjakan harga komoditas internasional.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Saat UI International Conference on G20 (Tangkapan Layar Youtube UI Teve)Foto: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Saat UI International Conference on G20 (Tangkapan Layar Youtube UI Teve)

Dengan demikian, kata Airlangga, Indonesia lebih siap untuk menghadapi berbagai risiko yang dimungkinkan muncul ke depannya.

"Kita tetap waspada akan risiko dari perekonomian global, perang Rusia dan Ukraina hingga perubahan arah kebijakan moneter AS," pungkasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi 2022 & Ramal Dunia Resesi Lagi


(mij/mij)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading