Aksi Jual Masih Melanda, Bitcoin Langsung Terkapar Lagi

Market - chd, CNBC Indonesia
15 June 2022 11:35
Pejalan kaki melewati iklan yang menampilkan token cryptocurrency Bitcoin di Hong Kong, Selasa (15/2/2022). (Photo by Anthony Kwan/Getty Images) Foto: Pejalan kaki melewati iklan yang menampilkan token cryptocurrency Bitcoin di Hong Kong, Selasa (15/2/2022). (Photo by Anthony Kwan/Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah sempat rebound sejenak pada perdagangan Rabu (15/6/2022) pagi tadi, harga Bitcoin kembali menembus kisaran US$ 21.000 pada perdagangan pagi menjelang siang hari ini.

Investor masih khawatir dengan krisis likuiditas yang menimpa perusahaan peminjaman kripto asal Amerika Serikat (AS) yakni Celsius Network.

Sekitar pukul 11:00 WIB, Bitcoin kembali menyentuh level rendahnya di kisaran US$ 21.000, atau lebih tepatnya berada di harga US$ 21.331,61 per keping atau setara dengan Rp 314.107.957 per keping (asumsi kurs Rp 14.725/US$).


BitcoinSumber: CoinMarketCap
Bitcoin

Tak hanya Bitcoin, Ethereum yang juga sempat melesat hingga 7% lebih, pada perdagangan pagi menjelang siang hari ini langsung berbalik arah ke zona merah dan kembali terkoreksi 1,54% ke posisi US$ 1.165,83 per keping atau Rp 17.166.847 per keping.

"Semuanya terbakar sekarang, baik itu saham, kripto, atau apa pun," kata Nirmal Ranga, kepala perdagangan dan analis teknikal di perusahaan pertukaran kripto ZebPay, dikutip dari CNBC International.

"Apa yang Anda lihat di pasar saat ini adalah ... ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan. Secara teknikal, pasar sudah oversold dan harus ada dasar yang akan kita capai dalam Bitcoin di masa mendatang," tambah Ranga.

Aset kripto terus terpukul setelah perusahaan pinjaman kripto Celsius menghentikan sementara (suspensi) penarikan dana oleh nasabah Celsius.

"Kami mengambil tindakan ini untuk menempatkan Celsius pada posisi yang lebih baik kedepannya," kata perusahaan itu dalam sebuah memo.

Krisis Celsius tersebut pun membuat investor semakin khawatir bahwa risiko sistemik di pasar kripto cukup besar, karena dari sebagian besar investor masih belum melupakan kasus jatuhnya dua token besutan Terra yakni Terra Luna (LUNA) dan TerraUSD (UST) yang terjadi pada awal bulan lalu.

Investor khawatir bahwa potensi runtuhnya Celsius dapat menyebabkan lebih banyak sentimen negatif untuk pasar kripto yang sudah goyah setelah runtuhnya stablecoin Terra.

Sebelum Celsius melakukan suspensi penarikan dana, bursa kripto terbesar yakni Binance juga melakukan hal yang sama pada Senin lalu. Tetapi, Binance mengonfirmasi bahwa suspensi penarikan dana tersebut disebabkan karena adanya kendala teknis yakni transaksi macet yang menyebabkan backlog. Suspensi penarikan dana Binance pun tak berlangsung lama.

"Sejumlah transaksi Bitcoin macet karena biaya TX yang rendah, mengakibatkan simpanan penarikan jaringan Bitcoin terkendala," kata Binance dalam sebuah tweet, dikutip dari CNBC International, Selasa (14/6/2022) kemarin.

Infografis, Pergerakan Harga Emas SepekanFoto: Infografis/ Pergerakan Harga Emas Sepekan/ Edward Ricardo Sianturi
Infografis, Pergerakan Harga Emas Sepekan

Berbeda dengan Celsius dan Binance, perusahaan serupa yakni BlockFi lebih memilih melakukan pemangkasan karyawannya sebagai dampak dari kejatuhan kripto yang sejatinya sudah di mulai sejak awal Mei lalu.

Aksi jual kripto terjadi karena investor secara luas menghindari aset berisiko dengan latar belakang kekhawatiran atas potensi resesi global karena bank sentral utama di seluruh dunia menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi.

Bang sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) kini sedang mempertimbangkan gagasan kenaikan suku bunga sebesar 75 basis poin (bp) pada akhir pekan ini.

Jika pertimbangan itu disetujui oleh ketua The Fed dan anggotanya, maka kenaikan suku bunga kali ini menjadi yang lebih besar dari kenaikan pada bulan lalu yang mencapai 50 bp.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tarik Cuan Dulu Gaes! Harga Bitcoin-Ether Cs Turun Pagi Ini


(chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading