Telkomsel Lebih Hoki dari Investor Kakap Pra-IPO di GOTO

Market - Dwitya Putra, CNBC Indonesia
15 June 2022 07:18
Infografis: Telkomsel Lebih Cuan dari Asing saat masuk Pra-IPO GoTo Foto: Infografis/Telkomsel Lebih Cuan dari Asing saat masuk Pra-IPO GoTo/Arie Pratama

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagai penguasa ekosistem digital terbesar dan terintegrasi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memang menarik untuk investasi. Buktinya, PT Telkom Seluler atau Telkomsel bukan satu-satunya perusahaan besar yang berinvestasi di perusahaan merger Gojek dan Tokopedia tersebut.

Dalam pemaparannya di hadapan Panja Komisi VI DPR RI, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah menyebutkan sejumlah nama perusahaan besar masuk sebelum ataupun sesudah masuknya Telkomsel. Contohnya, Astra, Google, Djarum, Mitsubishi, Tencent hingga Temasek, dan perusahaan besar lainnya.

"Telkomsel bukan hanya berinvestasi di GOTO untuk mencari capital gain. Kami juga melakukan kolaborasi bisnis sehingga menghasilkan banyak benefit bagi perusahaan," kata Rierik, Selasa (14/6/2022).


Dari data yang dihimpun berbagai sumber, sebelum GoJek dan Tokopedia merger di tahun 2021, tepatnya sebelum tahun 2019, kedua perusahaan tersebut telah mendapatkan pendanaan dari investor besar seperti Astra Internasional (USD250 juta), Soft Bank, Sequioia, Alibaba, Djarum, GIC, hingga Mandiri Kapital.

Lalu, setelah tahun 2019, kedua perusahaan tersebut juga masing-masing mendapatkan suntikan modal dari Mitsubishi, Google, Visa, AIA, dan Bluebird. Selanjutnya, Telkomsel masuk sebagai investor Gojek melalui dua tahap, yaitu pada November 2020 dengan suntikan modal USD130 juta, dan tahun 2021 sebesar USD300 juta.

Total investasi anak usaha Telkom tersebut mencapai USD450 juta. Aksi korporasi ini membuat Telkomsel mengkonversikan obligasinya dan melakukan exercise saham GOTO di harga Rp270 per saham.

Investor semakin tertarik ketika Gojek dan Tokopedia menjalani merger di tahun 2021, dan merencanakan IPO tahun 2022. Valuasi GOTO pun semakin meningkat, sehingga saat pra IPO nilai sahamnya mencapai Rp375 per lembar saham. Sejumlah perusahaan seperti ADIA, PNB, Google, Tencent, Temasek, dan Fidelity Internasional masuk sebagai investor.

"Jadi, Telkomsel justru ketiban berkah. Sangat diuntungkan. Mereka membeli 23,7 miliar saham GOTO di harga Rp270, sementara investor besar pre IPO yang masuk beberapa bulan sesudahnya justru membayar Rp375 perlembar," kata Piter Abdullah, Pengamat Ekonomi Politik CORE Indonesia.

Dari sini terlihat sebelum IPO, Telkomsel sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp105 per lembar saham. Belum lagi, kerjasama antara Telkomsel dengan Gojek dari pelanggan baru mitra pengemudi Gojek, yang pendapatannya mencapai Rp437 miliar pada tahun 2021.

Secara hukum, dalam memutuskan investasi, Telkomsel mengacu kepada empat aturan. Pertama, Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Kedua, UU No 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Ketiga, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1998 Tentang Penggabungan, Peleburan, Dan Pengambilalihan Perseroan Terbatas. Keempat, adalah aturan Anggaran Dasar Telkomsel No. 69 Tahun 2008 (ketentuan mengenai persetujuan organ (reserved matters)).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Telkomsel di GoTo Lebih Murah Daripada Investor Pra-IPO


(dpu/dpu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading