Bukan Batal, BEI Sebut Hoffmen Cleanindo Tunda IPO

Market - Romys Binekasri, CNBC Indonesia
08 June 2022 08:06
Gedung Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan, bahwa perusahaan yang bergerak di bidang usaha Jasa, PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) menunda pelaksanaan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Perseroan berencana untuk menyampaikan kembali pernyataan pendaftaran dengan menggunakan laporan keuangan terbaru.

"Berdasarkan surat yang disampaikan PT Hoffmen Cleanindo Tbk (calon Perusahaan Tercatat) tertanggal 6 Juni 2022 kepada Bursa, Perseroan menyampaikan bahwa akan melakukan penundaan Penawaran Umum Perdana Saham," kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan, Rabu (8/6).

Nyoman menyebut, Hoffmen Cleanindo menunda pelaksanaan IPO karena laporan keuangan yang digunakan dalam proses penawaran umum perseroan telah melewati jangka waktu yang ditentukan. "Sebagai tambahan informasi, penundaan Penawaran Umum Saham Perseroan tersebut telah dilakukan pada sistem e-ipo," pungkasnya.



Sebelumnya, PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING) berencana menawarkan sebanyak-banyaknya 330.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 20 setiap saham, dalam penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).

Jumlah saham tersebut sebanyak 24,91% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum. Perseroan mematok Harga Penawaran sebesar Rp 165 - Rp 170 setiap saham.

"Jumlah seluruh nilai Penawaran Umum sebanyak-banyaknya adalah Rp 56.100.000.000 (Rp 56,1 miliar)," tulis prospektus dalam laman web e-ipo, seperti dikutip Rabu (18/5/2022).

Perusahaan yang bergerak di bidang usaha Jasa Cleaning Service, Security, Washroom Hygiene, dan Parkir melalui Perusahaan Anak ini, telah menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Selain itu, perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 132.000.000 Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan atau sebanyak 13,27% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham ini disampaikan.

Skemanya adalah, setiap pemegang 5 Saham Baru Perseroan berhak memperoleh 2 Waran Seri I di mana setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru Perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran seri I yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama 3 tahun.

Adapun dana hasil IPO akan digunakan sekitar 32,18% untuk pelunasan utang Bank Perseroan, termasuk kepada PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Sekitar 6,39% untuk meningkatkan penyertaan saham di Perusahaan Anak yaitu PT Hoffmen Parkindo (HP), yang selanjutnya akan digunakan sebagai modal kerja HP.

Sisanya, sekitar 61,43% seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja di Perseroan seperti untuk pembayaran gaji karyawan, pembelian peralatan penunjang Perseroan dan untuk investasi robot pembersih.

"Sedangkan dana yang diperoleh Perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka seluruhnya akan digunakan untuk Modal Kerja Perseroan yaitu untuk menunjang kegiatan operasional Perseroan," tulis prospektus.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Aset Besar Tapi Harga Nominal Saham Rp 1, Langgar Aturan Gak?


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading