Saham Karyawan Bukalapak Gak Laku, Ada Kaitan Dengan Harga?

Market - Riset, CNBC Indonesia
07 June 2022 15:55
Willix Halim Resmi Jadi CEO Bukalapak. (Dok. Bukalapak)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) lewat keterbukaan informasi yang dirilis pada Selasa (7/6/2022) melaporkan informasi terkait Management Employee Stock Option Program (MESOP) Tahap I yang tidak laku satu lembar pun.

Untuk diketahui, MESOP jika mengacu pada Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No.305/BEJ/07-2004 di Pasal Definisi adalah Program Kepemilikan Saham oleh karyawan, Direksi, dan Komisaris yang dilakukan melalui penawaran saham atau penawaran Opsi Saham dalam rangka kompensasi terhadap Karyawan, Direksi, dan Komisaris.

Penerapan MESOP banyak dilakukan terutama untuk perusahaan yang baru akan melakukan penawaran perdana saham (IPO).


Sebagai informasi, MESOP bukanlah diberikan secara cuma-cuma oleh perusahaan, melainkan karyawan berhak untuk menebusnya dalam periode tertentu yang sudah ditetapkan.

Dalam aksi korporasi IPO yang dilaksanakan Agustus tahun lalu, BUKA memang memiliki program MESOP.

Namun berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, jumlah opsi yang telah dilaksanakan pada tahap I tahun 2022 dengan periode pelaksanaan terhitung sejak tanggal 1 April 2022 sampai dengan 24 Mei 2022 adalah nihil.

Artinya dari sekian banyak opsi yang ditawarkan tidak ada satu karyawan pun atau direksi yang mengeksekusinya.

Lebih lanjut, BUKA juga menyebut jumlah opsi yang belum dilaksanakan dan masih berlaku sebanyak-banyaknya 5.060.345.150 saham.

Untuk diketahui, berdasarkan Persetujuan Pra-Pencatatan, harga pelaksanaan MESOP BUKA adalah Rp 783 per saham.

Jika melihat kondisi harga saham BUKA yang terus turun bahkan 50% lebih rendah dari harga IPO maupun harga exercise wajar saja jika program MESOP sepi peminat.

Hingga pukul 14.00 WIB perdagangan Selasa (7/6/2022) harga saham BUKA terpantau menguat 0,7% di level Rp 286/unit, sangat jauh dari harga IPO di Rp 850 atau harga tebus Rp 783. Dalam sepekan terakhir Bukalapak juga terus longsor 5,3% dan bahkan tumbang 23,1% dalam sebulan terakhir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Prank Akuisisi Rp14 T Bukalapak, Siapa Belajar Tumbuh Berbagi


(RCI)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading