Bursa Asia Semringah! Hang Seng-IHSG Terbang 2% Lebih

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
27 May 2022 17:08
Employees of the Korea Exchange (KRX) pose in front of the final stock price index during a photo opportunity for the media at the ceremonial closing event of the 2018 stock market in Seoul, South Korea, December 28, 2018.    REUTERS/Kim Hong-Ji

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia-Pasifik ditutup cerah bergairah pada perdagangan Jumat (27/5/2022) akhir pekan ini, di mana kekhawatiran investor akan pengetatan kebijakan moneter sepertinya mulai mereda.

Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan bursa Asia-Pasifik pada hari ini, yakni terbang 2,89% ke level 20.697,359. Salah satu faktor pendorongnya yakni melonjaknya saham Alibaba.

Saham Alibaba ditutup melonjak hingga 14,79%, setelah Alibaba melaporkan kinerja keuangannya yang cemerlang pada kuartal IV-2021.


Alibaba melaporkan pendapatan kuartal IV-2021 sebesar 7,95 yuan (US$ 1,18) per saham, dengan pendapatan 204,05 miliar yuan (US$ 30,28 miliar). Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi analis untuk pendapatan 7,31 yuan per saham pada pendapatan CNY 199,25 miliar, menurut StreetAccount.

Tak hanya Alibaba saja, saham teknologi China lainnya yang terdaftar di bursa Hong Kong juga melonjak. Saham Tencent melesat 2,27% dan saham Netease melonjak 4,43%.

Sedangkan untuk Bursa Asia-Pasifik lainnya juga menghijau jelang akhir pekan. Indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 0,66% ke level 26.781,68, Shanghai Composite China bertambah 0,23% ke 3.130,24, ASX 200 Australia melonjak 1,08% ke 7.182,7.

Berikutnya Straits Times Singapura terapresiasi 0,67% ke 3.230,55, KOSPI Korea Selatan melesat 0,98% ke 2.638,05, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melejit 2,07% ke posisi 7.026,256.

Di China, pihak berwenang mengadakan pertemuan nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya melalui telekonferensi dalam upaya untuk meningkatkan ekonomi yang terpukul oleh Covid-19.

Perdana Menteri, Li Keqiang pun memperingatkan bahwa kesulitan ekonomi China saat ini lebih besar daripada guncangan parah saat awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

Bursa Asia-Pasifik yang cerah bergairah pada hari ini terjadi di tengah cerahnya bursa saham global, utamanya pasar saham Amerika Serikat (AS), yang berhasil ditutup menghijau kembali pada perdagangan Kamis kemarin waktu AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melesat 1,61%, S&P 500 melonjak 1,99%, dan Nasdaq Composite meroket 2,68%.

Penguatan ini memberikan angin segar bagi investor pasar modal di AS maupun di global, setelah mereka dilanda ketidakpastian yang membuat pasar saham global harus melewati periode yang bergelombang.

Pasar tampaknya telah mendapatkan kembali pijakannya pekan ini, dengan investor berharap untuk melihat puncak inflasi yang kian menggerogoti ekonomi AS.

Akan tetapi, terlepas dari kenaikan indeks utama dua hari jelang akhir pekan ini, banyak investor memperkirakan pasar akan tetap bergejolak dalam beberapa waktu mendatang.

Investor telah mempertimbangkan bagaimana rencana bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk memperketat kebijakan moneter dapat membebani pertumbuhan ekonomi dan kinerja pasar keuangan.

Risalah pertemuan The Fed yang dirilis Rabu lalu menunjukkan bahwa pembuat kebijakan sepakat untuk kenaikan suku bunga setengah poin persentase (50 bp) di bulan Juni dan Juli, sejalan dengan komunikasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Namun, Wall Street ditutup lebih tinggi setelah rilis tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa Asia Dibuka Kebakaran! Ada yang Ambles 3%, IHSG Gimana?


(chd/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading