3 Hari Ambruk Nyaris 15%, Harga Batu Bara Akhirnya Naik

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
27 May 2022 07:19
Tambang batu bara di  Ahmedabad, India

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga batu bara akhirnya menguat setelah tertekan selama tiga hari beruntun. Pada perdagangan Kamis (26/5/2022), harga batu bara kontrak Juni di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 366,1 per ton. Menguat 2,12% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan kemarin adalah yang pertama sepanjang pekan ini. Sepanjang Senin-Rabu (23-25 Mei), harga batu bara anjlok 14,9%. Meskipun naik cukup besar kemarin, harga batu bara masih jauh dari level US$ 400 per ton. Dalam sepekan, harga batu bara longsor 9,3% secara point to point. 


Penguatan harga batu bara salah satunya disebabkan oleh aksi profit taking di tengah penurunan harga. Harga batu bara juga membaik karena kekhawatiran menipisnya pasokan serta permintaan tinggi dari India.

Merujuk pada Montel News, data DBX menunjukkan pasokan batu bara global di bulan Mei 2022 akan turun 2,2% (year on year/yoy) menjadi 79,2 juta ton. Penurunan terjadi karena negara-negara Eropa dan Jepang mempercepat pengiriman sebelum melarang ekspor batu bara Rusia pada Agustus mendatang.

Sementara itu, impor dari India diyakini masih akan meningkat di tengah lonjakan permintaan listrik. Penggunaan listrik di Negara Bollywood melonjak drastis sejak April karena gelombang panas. India juga harus meningkatkan impor batu bara untuk menyiapkan kebutuhan yang diperkirakan melonjak selama musim hujan pada Juli-September mendatang.

Negara pemasok batu bara untuk IndiaSumber: Reuters

Merujuk Reuters, impor batu bara India diperkirakan mencapai 20,05 juta di Mei tahun ini. Level tersebut adalah yang tertinggi sejak Maret lalu.

Kenaikan impor ini akan menguntungkan sejumlah negara, terutama Indonesia. India diperkirakan akan mengimpor batu bara dari Indonesia sebesar 11,06 juta atau naik dibandingkan April yang tercatat 8,13 juta ton, Impor batu bara dari Australia diperkirakan mencapai 4,3 juta ton, turun dari 4,94 juta ton di April.

Stok batu bara untuk PLTU di India dilaporkan naik 5% pekan ini di level 21,8 juta ton, dan masih terhitung 20% lebih rendah dari posisi tahun lalu, demikian catatan regulator listrik India yakni Central Electricity Authority (CEA).

"India melirik batu bara impor untuk mengatasi ketatnya suplai dari produsen domestik," tulis ANZ Bank dalam laporan risetnya

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Batu Bara Anjlok 1% Lebih! Sans, Nanti Naik Lagi Kok...


(mae/mae)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading