Top! PTBA Setor Dividen Paling Gede ke MIND ID

Market - Putra, CNBC Indonesia
25 May 2022 10:35
Gedung PTBA.

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten tambang pelat merah ramai-ramai melakukan pembagian dividen untuk tahun buku 2021.

Tiga anak usaha MIND ID (yang Tbk) sebagai holding BUMN tambang nasional yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS) telah menyepakati pembagian dividen atas capaiannya di tahun lalu.

Pada Selasa (24/5/2022), dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) ANTM diputuskan bahwa perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp 930,87 miliar atau setara dengan 50% laba bersih 2021.


Nilai dividen yang akan dibagikan oleh ANTM bahkan 2x lebih besar dari besaran dividen di tahun 2020 yang hanya Rp 402 miliar. Hal ini disebabkan karena kenaikan laba bersih ANTM yang sangat tinggi.

Sebagai informasi, laba bersih ANTM di tahun 2021 mencapai Rp 1,86 triliun. Laba bersih ANTM tercatat naik 62% dari 2020 yang mencapai Rp 1,15 triliun.

Selanjutnya ada TINS yang memutuskan untuk membagikan dividen senilai Rp 455 miliar atau setara dengan 35% dari laba 2021. Keputusan ini diambil pada RUPST yang juga diselenggarakan kemarin, Selasa (24/5/2022).

TINS sukses mencetak laba bersih senilai Rp 1,3 triliun tahun lalu. Asal tahu saja, pada 2020 TINS mencatatkan kerugian sebesar Rp 340,6 miliar.

Menyusul ANTM dan TINS, PTBA juga melakukan pembagian dividen untuk kinerja tahun buku 2021. Nilai dividen yang disetorkan oleh PTBA terbilang sangat jumbo.

Bahkan setoran dividen PTBA merupakan yang terbesar dibanding dua emiten tambang BUMN lain baik dari sisi nominal dan rasio payout.

PTBA memutuskan untuk membagikan dividen senilai Rp 7,91 triliun atau 100% dari laba bersihnya tahun 2021.

Hal ini dilakukan karena mempertimbangkan arus kas PTBA yang masih cukup besar Rp 13 triliun tahun lalu dan kenaikan laba bersih lebih dari 3x.

Sebagai gambaran, tahun lalu PTBA membagikan dividen senilai Rp 835 miliar atau setara dengan 35% dari laba bersih tahun buku 2020 yang mencapai Rp 2,4 triliun.

Kenaikan harga komoditas terutama energi dan pertambangan mineral di sepanjang tahun 2021 memang menjadi katalis positif untuk kinerja bisnis tambang terutama emiten BUMN. Faktor ini juga yang kemudian membuat baik pendapatan maupun laba bersih perusahaan tambang terkerek naik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Astra Bagikan Dividen Total Rp 9,67 T atau Rp 239/Saham


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading