BI 'Ramal' Ekonomi Dunia Melambat, Bisa Hanya 3,4%

Market - Cantika AP Noveria, CNBC Indonesia
24 May 2022 14:55
Ilustrasi Rupiah dan dolar (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat tahun ini. Apa penyebabnya?

"Kami melakukan suatu assessment mengenai pertumbuhan ekonomi global, terutama sebagai dampak gangguan mata rantai pasokan seiring geopolitik Rusia dan Ukraina. Ini menyebabkan gangguan mata rantai global berlanjut dan mengurangi volume perdagangan dunia," papar Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Mei 2022, Selasa (24/5/2022).


Perang Rusia vs Ukraina, lanjut Perry, menyebabkan gangguan ekonomi yang berdampak ke banyak negara. Eropa jadi yang paling menderita karena kedekatan dengan Negeri Beruang Merah, baik secara geografis maupun ekonomi.

"Kemudian rembetan dari penurunan volume perdagangan dan pertumbuhan dialami oleh negara lain. Amerika Serikat, India, Jepang, dan sebagainya," tambah Perry.

Plus, demikian Perry, China juga masih berkutat dengan penanganan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Sejumlah daerah, termasuk Shanghai, masih menerapkan karantina wilayah (lockdown) untuk meredam penyebaran virus.

"Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi global bisa mencapai 3,5%, tetapi ada risiko turun jadi 3,4% pada 2022. Untuk 2023, masih perkirakan tetap 3,4%," sebut Perry.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tutup Perdagangan BEI, Airlangga Pede PDB RI 5,2% di 2022


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading