Pergerakan Kurs Dolar Singapura Bak Roller Coaster, Kok Bisa?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
24 May 2022 13:50
Ilustrasi Penukaran Uang (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Singapura bergerak naik turun tajam bak roller coaster melawan rupiah dalam beberapa hari terakhir. Baik itu menguat atau pun melemah persentasenya cukup besar. Kemarin misalnya, dolar Singapura melesat 0,7%. Untuk dolar Singapura yang biasanya pergerakannya tipis-tipis saja, kenaikan tersebut terbilang besar.

Pada perdagangan Selasa (24/5/2022) siang, dolar Singapura jeblok 0,46% ke Rp 10.635/SG$.

Tingginya volatilitas dolar Singapura tersebut terjadi setelah Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) mengetatkan kebijakan moneter sebanyak 3 kali sejauh ini, di bulan Oktober tahun lalu, Januari tahun ini dan April.


Untuk diketahui, di Singapura, tidak ada suku bunga acuan, kebijakannya menggunakan S$NEER (Singapore dollar nominal effective exchange rate), yang terdiri dari kemiringan (slope), lebar (width) dan titik tengah (centre).

Kebijakan moneter, apakah itu longgar atau ketat, dilakukan dengan cara menetapkan kisaran nilai dan nilai tengah dolar Singapura terhadap mata uang negara mitra dagang utama. Kisaran maupun nilai tengah itu tidak diumbar kepada publik.

Slope berfungsi membuat penguatan/penurunan dolar Singapura lebih cepat/lambat. Ketika slope dinaikkan, maka dolar Singapura bisa menguat lebih cepat, begitu juga sebaliknya.

MAS sejauh ini sudah 3 kali menaikkan slope, dan sekali menaikkan centre pada bulan lalu.

Hal ini membuat volatilitas dolar Singapura meningkat.

Sementara itu dari dalam negeri, Gubernur BI Perry Warjiyo dan kolega akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) siang nanti, konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7-DRR) bertahan di 3,50%.

Dari 15 institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus tersebut hanya dua yang memproyeksi BI akan menaikkan suku bunga acuan bulan ini.

Artinya, masih ada peluang BI akan memberikan kejutan. Ekonom OCBC Wellian Wiranto memperkirakan BI sudah akan menaikkan suku bunga acuan bulan ini.

"Kami memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada minggu ini. Kenaikan untuk menekan tekanan inflasi," ujar Wellian, kepada CNBC Indonesia.

Jika BI benar memberikan kejutan, maka rupiah akan mendapat suntikan tenaga untuk menguat lebih jauh melawan dolar Singapura.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Banyak Tekanan, Rupiah Malah Menguat Lawan Dolar Singapura


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading