Maju Terus Pantang Mundur, Harga Emas Belum Juga Kendur

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
24 May 2022 07:29
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas masih betah dalam zona pendakian. Pada perdagangan Selasa (24/5/2022) pukul 06:30 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.854,19 per troy ons. Harga emas menguat 0,05%.

Level harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 6 Mei 2022 atau lebih dari dua pekan terakhir terakhir. Dalam sepekan, harga emas sudah menguat 2,2% secara point to point.


Analis FXTM Lukman Otunuga mengatakan kenaikan harga emas tidak bisa dipisahkan dari pelemahan dollar Amerika Serikat (AS), lonjakan inflasi, serta kekhawatiran memburuknya ekonomi global.

"Dalam jangka pendek, pelemahan dolar AS bisa menggerakkan harga emas. Emas memang tengah menanjak tetapi kebijakan The Fed yang agresif bisa menjadi halangan besar bagi emas untuk terus merangkak naik," tutur Otunuga, seperti dikutip dari Reuters.

Merujuk pada Revinitif, Dollar Index ada di angka 102,09 pada pagi hari ini. Level tersebut adalah yang terendah sejak 24 April 2022 atau dalam sebulan terakhir. Pelemahan dolar AS akan membantu emas karena harga sang logam mulia menjadi murah bagi investor.

"Harga emas tengah menanjak karena dolar AS terus melemah. Investor mulai menyadari bahwa inflasi mungkin akan menjadi persoalan panjang," tutur Jim Wycoff dari Kitco.

Namun, Rupert Rowling, dari Kinesis Money mengingatkan kebijakan agresif The Fed bisa membuat harga emas kembali berbalik arah. Pasar berekspektasi The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan mereka pada bulan mendatang. Kenaikan suku bunga The Fed akan berdampak negatif ke emas karena bisa membuat dollar AS melonjak serta meningkatkan yield surat utang pemerintah AS.

"Kenaikan harga emas tentu disambut hangat pemegang emas tetapi pertanyaannya sejauh mana emas akan terus naik. Kenaikan emas masih harus dihadapkan pada kenyataan bahwa suku bunga acuan AS dan Eropa kemungkinan akan naik dalam beberapa bulan mendatang," tuturnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Emas Naik Sih, Tapi Tipiiisss...


(mae/mae)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading