Keputusan Suku Bunga Acuan Ditentukan, ke mana Arah IHSG?

Market - Putra, CNBC Indonesia
24 May 2022 07:06
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,12% di level 6.840,78 pada perdagangan Senin (23/5/2022).

IHSG sempat menguat di awal perdagangan. Namun setelah menyampai level tertingginya di 6.972,18, IHSG terbanting.

Sebenarnya asing membukukan beli bersih baik di pasar reguler maupun negosiasi dan tunai secara total mencapai Rp 154 miliar.


Mayoritas bursa saham Asia juga melemah. Hanya indeks Nikkei 225 Jepang yang berhasil menghindari koreksi dengan penguatan 0,98%.

Sementara itu indeks Shang Hai Composite China cenderung stagnan dengan apresiasi mini sebesar 0,01%.

Untuk hari ini, sentimen datang dari dalam negeri. Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan kebijakan moneter suku bunganya.

Meskipun inflasi bulan April 2022 mencapai 3,47% year on year (yoy) dan menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2022, tetapi inflasi inti hanya naik 2,6% yoy.

Mengingat inflasi inti masih di kisaran target BI, analis cenderung sepakat bahwa BI akan tetap mempertahankan suku bunga BI 7 day reverse repo rate di 3,5%.

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Teknikal
Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB akhir kemarin, indeks tampak berbalik arah dan bergerak menuju level psikologis 6.800.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI IHSG terpantau turun yang mengindikasikan penguatan momentum jual. Namun dengan indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) garis EMA 12 dan EMA 26 cenderung menyempit.

Bar histogram MACD meski masih bergerak di area negatif tetapi cenderung mendekati zona positif.

Untuk perdagangan hari ini, setidaknya IHSG akan menguji level 6.800-6.900 terlebih dulu. Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investor Cash Out, Wall Street Kebakaran Gan! IHSG Piye?


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading