Harga Luna Masih Merana, Masih Menarikkah Pasar Kripto?

Market - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
22 May 2022 14:50
Resmi!  Aset Bicoin Cs jadi Incaran Pajak, Begini tarif dan hitungannya

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar kripto tengah mendapat guncangan hebat dan membuat harga token kripto berguguran. Terra LUNA bahkan amblas hampir 70% pada pekan ini dan nilainya mendekati 0. Padahal, aset kripto tersebut sempat menjadi idola.

Merujuk pada data dari Coin Market Cap,Terra LUNA dibanderol US$ 0,0001404/koin. Nilai tersebut amblas 68,1% dalam sepekan dan 100% dalam sebulan. Dari jajaran aset kripto, Terra LUNA memang yang paling menderita pekan ini.

TerraUSD juga bernasib sama, dari dipatok US$ 1/koin, nilainya kini hanya US$ 0,06396/koin. Dibandingkan hari sebelumnya, dua aset kripto tersebut pada hari ini, Minggu (22/5/2022) memang naik signiifkan. Terra LUNA menguat 30% sementara Terra USD naik 7,7% dalam 24 jam terakhir.


Update kripto 14 Mei 2022Foto: Infografis/ Update kripto 14 Mei 2022/Aristya Rahadian
Update kripto 14 Mei 2022

 

Namun, keduanya sudah terlanjur babak belur sepanjang pekan sehingga kenaikan pada hari ini tidak cukup membantu. 
Terra atau UST merupakan stablecoin di mana yang menciptakan koin berjanji membuat harga tokennya stabil di kisaran US$ 1. Namun harga stablecoin anjlok dan membuat sister coinnya yaitu LUNA babak belur.

Sebagai informasi, saat diterbitkan pertama kali nilainya US$ 0,8 per koin dan sempat mencapai harga tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 119,55 per koin pada April lalu. Bahkan pernah menjadi salah satu aset kripto dengan kapitalisasi pasar besar senilai US$ 40 miliar.

Terra LUNA punya peran yang vital untuk menstabilkan harga dari stablecoin Terra dan mengurangi volatilitas pasar. Saat stablecoin turun sedikit maka Terra LUNA akan dibakar sebagai cara harga bisa stabil.
Terra menjadi satu-satunya stablecoin berkapitalisasi pasar jumbo yang tidak memiliki aset yang mem-backingnyaseperti stablecoinlain dan hanya bergantung pada arbitrase pasar.

Sementara itu, dua raksasa kripto Bitcoin dan Ethereum juga terpuruk.
Harga Bitcoin bahkan terlempar dari level psikologis US$ 30.000/BTC. Pada hari ini, harga Bitcoin ada di US$ 29.334/BTC. Nilai tersebut setara dengan Rp 428.276.400/BTC dengan nilai kurs rupiah asumsi Rp 14.600/US$. Harga tersebut naik 0,33% dibandingkan hari sebelumnya tetapi masih melemah 0,9% dalam sepekan.

Ethereum dibanderol di harga US$ 1.969/ETH. Nilai tersebut setara dengan Rp 28.757.620/ETH dengan nilai kurs rupiah asumsi Rp 14.600/US$. Harga tersebut naik 0,45% dibandingkan hari sebelumnya tetapi masih anjlok 2,3% dalam sepekan.

Meskipun hancur lebur pada pekan ini, sejumlah analis masih percaya jika Terra akan bangkit. Dilansir dari analytics insight, harga Terra kemungkinan akan kembali mendekati US$ pada akhir 2022 kemudian meningkat menjadi US$ 3 pada 2023 dan US$ 5 pada 2025.

Namun, Deputi Gubernur Bank of England (Bank sentral Inggris) Jon Cunliffe memberi peringatran kepada investor kripto, tidak terkecuali Terra. Pengetatan kondisi keuangan di seluruh dunia akan membuat banyak pihak untuk mengalihkan investasi ke aset yang lebih aman.

"Ya, saya pikir saat proses ini berlanjut, karena (pengetatan kuantitatif easing) dimulai di Amerika Serikat ... Saya pikir kita akan melihat adanya dana keluar dari aset berisiko," terang Jon Cunliffe, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (18/5/2022).
Dia menambahkan faktor perang Rusia-Ukraina juga bisa menjadi penyebab beralihnya investor ke aset yang lebih aman.
"Ketika adanya dana keluar dari dari aset berisiko, Anda akan melihat aset yang paling spekulatif menjadi yang paling terpengaruh," kata Jon Cunliffe.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemicu Kiamat Kripto: UST, Luna, Bitcoin


(mae)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading