Berhasil Lewati Pekan yang Volatil, Bursa Asia Pesta Pora!

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
20 May 2022 17:00
Employees of the Korea Exchange (KRX) pose in front of the final stock price index during a photo opportunity for the media at the ceremonial closing event of the 2018 stock market in Seoul, South Korea, December 28, 2018.    REUTERS/Kim Hong-Ji

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia-Pasifik ditutup berterbangan pada perdagangan Jumat (20/5/2022) akhir pekan ini, di mana bursa saham di Benua Kuning dan Benua Hijau tersebut berhasil melewati pekan yang volatil.

Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin penguatan bursa Asia-Pasifik pada hari ini, yakni terbang 2,96% ke level 20.717,24, ditopang oleh saham teknologi China yang terdaftar di bursa Hong Kong.

Saham teknologi China seperti Xpeng melejit 7,43%, disusul oleh saham Baidu yang melonjak 5,02%. Sedangkan indeks teknologi Hang Seng melesat 4,3%.


Sedangkan bursa Asia-Pasifik lainnya juga terpantau cerah bergairah lebih dari 1%. Indeks Nikkei Jepang ditutup melonjak 1,27% ke level 26.739,029, Shanghai Composite China melonjak 1,6% ke 3.146,57, dan ASX 200 Australia melesat 1,15% ke posisi 7.145,6.

Berikutnya indeks Straits Times Singapura ditutup melompat 1,56% ke level 3.240,58, KOSPI Korea Selatan melejit 1,81% ke 2.639,29, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terdongkrak 1,39% ke posisi 6.918,14.

Dari China, bank sentral (People Bank of China/PBoC) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga pinjaman acuannya untuk tenor 1 tahun, di tengah sikap agresif bank sentral di banyak negara, utamanya negara-negara maju. Namun untuk tenor 5 tahun kembali dipangkas.

Suku bunga pinjaman acuan bank sentral China tenor 1 tahun tetap berada di level 3,7%. Sedangkan untuk suku bunga pinjaman acuan tenor 5 tahun dipangkas menjadi 4,45%.

Pemangkasan suku bunga acuan tenor 5 tahun sudah sesuai dengan prediksi pelaku pasar dalam polling Reuters, meski suku bunga acuan tenor 1 tahun meleset dari prediksi pasar.

Sebelumnya, 18 pelaku pasar atau 64% dari 28 peserta dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan adanya pemangkasan suku bunga dasar pinjaman (LPR) satu tahun atau tenor lima tahun.

Sedangkan 10 peserta lainnya percaya bahwa LPR tidak akan berubah untuk bulan keempat berturut-turut, sejalan dengan biaya pinjaman yang stabil dari pinjaman fasilitas pinjaman jangka menengah (MLF) bank sentral, yang sekarang berfungsi sebagai panduan untuk patokan pinjaman.

Sejumlah data termasuk pinjaman kredit, hasil industri, dan penjualan ritel China cenderung melambat akibat langkah-langkah ketat terkait Covid-19 dan pembatasan mobilitas, di mana hal ini juga telah berdampak besar pada ekonomi secara luas.

Pinjaman bank baru mencapai level terendah dalam hampir 4 tahun terakhir dan meleset dari perkiraan pasar dengan selisih yang besar.

Investor global tampaknya mulai sumringah kembali setelah sempat dilanda kekhawatiran akibat ketidakpastian kondisi global yang membuat mereka melakukan aksi jual yang cukup masif di pasar saham global.

Di lain sisi, kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) menunjukkan posisi yang lebih tinggi di sesi awal perdagangan hari ini, di mana investor masih mengamati jika indeks S&P 500 akan menuju ke bear market (zona penurunan).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa Asia Dibuka Semarak Lagi, Tapi Nikkei Sudah Loyo


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading