Bitcoin cs Bangkit Lagi, Investor Mulai Move On Terra?

Market - chd, CNBC Indonesia
20 May 2022 10:45
FILE PHOTO - A small toy figure is seen on representations of the Bitcoin virtual currency in this illustration picture, December 26, 2017. REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas kripto utama terpantau menguat pada perdagangan Jumat (20/5/2022), di mana pasar kripto berhasil melewati periode yang fluktuatif sepanjang pekan ini, seperti yang terjadi juga di pasar saham global.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:30 WIB, Bitcoin melonjak 5,14% ke level harga US$ 30.270,85/koin atau setara dengan Rp 441.954.410/koin (asumsi kurs Rp 14.600/US$), Ethereum melompat 5,58% ke level US$ 2.020,66/koin atau Rp 29.501.636/koin.

Berikutnya dari beberapa koin digital (token) alternatif (altcoin) seperti XRP melejit 7,02% ke US$ 0,4269/koin (Rp 6.233/koin), Cardano melesat 7,13% ke US$ 0,5339/koin (Rp 7.795/koin), Solana melaju 6,95% ke US$ 52,23/koin (Rp 762.558/koin), dan Dogecoin terapresiasi 5,63% ke US$ 0,08688/koin (Rp 1.268/koin).


Sedangkan token stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) menguat tipis 0,03%, sedangkan Binance USD Binance USD (BUSD) terkoreksi 0,15%.

Berikut pergerakan 10 kripto utama pada hari ini.

Kripto

Bitcoin berhasil rebound dan kembali ke kisaran level US$ 30.000 pada pagi hari ini, di mana sepanjang pekan ini masih mengalami periode bergelombang.

Sebagian besar cryptocurrency tampaknya mulai kembali stabil, yang menunjukkan adanya jeda dalam sentimen bearish di antara para pedagang. Meski bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis kemarin waktu AS, tetapi koreksinya sudah mulai terpangkas.

Beberapa indikator teknikal di Bitcoin dan indeks S&P 500 masih tetap berada di wilayah oversold, meskipun grafik jangka panjang menunjukkan kenaikan terbatas.

Sebagian besar kripto alternatif (altcoin) juga berhasil rebound setelah sempat terkoreksi. Seperti yang terjadi di XRP, Cardano, dan Solana, di mana XRP dan Cardano berhasil rebound dan melejit lebih dari 7% sedangkan Solana melesat lebih dari 6%.

Meski pasar kripto berhasil rebound, tetapi pasar masih mewaspadai periode bergelombang yang terjadi di aset berbasis risiko seperti saham dan kripto.

Pelaku pasar juga masih cenderung khawatir dengan potensi kenaikan suku bunga bank sentral AS untuk melawan inflasi.

Pada Selasa lalu, ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), Jerome Powell menyatakan tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga hingga di atas level netral guna meredam inflasi.

"Apa yang perlu kita lihat adalah inflasi turun dengan cara yang jelas dan meyakinkan. Jika kami tidak melihat itu, kami harus mempertimbangkan untuk bergerak lebih agresif," tuturnya pada Konferensi Wall Street Journal yang dikutip dari Reuters.

Suku bunga dikatakan netral jika berada di level yang tidak menstimulasi perekonomian tetapi juga tidak menekannya.

Suku bunga di AS dalam posisi netral diperkirakan berada di level 3,5%, dan kemungkinan akan berada di level tersebut pada tahun depan. Sebab, pasar pasar kini melihat di akhir tahun suku bunga The Fed akan berada di kisaran 2,75% - 3%, artinya akan ada kenaikan 200 basis poin lagi.

Suku bunga di atas netral, artinya bisa menekan perekonomian dan Powell juga mengakui hal tersebut. Tetapi, ia menyatakan ada "banyak langkah" yang bisa dilakukan agar perekonomian AS tidak mengalami resesi yang dalam.

Pasar saham global dan pasar kripto telah berada di bawah tekanan di sepanjang tahun ini, di mana kekhawatiran akan melonjaknya inflasi dan kenaikan suku bunga acuan telah memicu aksi jual aset berisiko.

Di lain sisi, pasar sepertinya mulai mengabaikan sentimen dari kejatuhan dua token besutan Terra yakni Terra LUNA dan TerraUSD (UST), di mana keduanya sempat membuat pasar kripto mengalami crash parah pada Kamis pekan lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Inflasi AS & Kejatuhan Dua Token Terra Buat Bitcoin cs Ambruk


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading