Waskita Karya Dapat Duit Rp 3 T, Sebagian Untuk Ekspansi

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
19 May 2022 16:35
Emiten konstruksi BUMN, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melalui anak perusahaannya, PT Waskita Toll Road ( WTR ) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur ( SMI ) dalam rangka divestasi 55% kepemilikan WTR pada PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT ), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang memiliki hak konsesi atas ruas tol Cimanggis Cibitung.

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi BUMN PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berhasil menerima good funds sebesar Rp 3,28 Triliun. Dana ini berasal dari penerbitan obligasi dan sukuk dengan penjaminan pemerintah. Obligasi dan sukuk tersebut juga telah resmi tercatat pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 13 Mei 2022.

Dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali untuk refinancing serta sebagai modal kerja proyek tol Kayu Agung - Palembang - Betung. Dengan good funds tersebut, WSKT juga berhasil melaksanakan pelunasan atas pokok dan bunga Obligasi III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019 seri A yang jatuh tempo pada tanggal 16 Mei 2022 dengan total sebesar Rp 528 Miliar.

"Pelunasan pokok dan bunga Obligasi ini merupakan bentuk dari komitmen perseroan untuk senantiasa melaksanakan kewajibannya kepada para investor obligasi," jelas keterangan yang diterima, Kamis (19/5/2022).


Perusahaan masih fokus melaksanakan proses restrukturisasi dan masih terdampak gelombang kedua pandemi pada 2021. Namun demikian, pendapatan usaha kuartal IV/2021 telah menunjukkan tren positif dengan meningkat sebesar 14,58% secara tahunan atau year on year (yoy). Tren positif tersebut paling besar dikontribusi oleh pendapatan jasa konstruksi dan jalan tol. Pendapatan asset recycling juga sesuai target dengan keuntungan sebesar Rp 2,65 Triliun.

Transformasi bisnis yang telah dijalankan dengan lean juga berdampak positif bagi perseroan dengan beban usaha yang turun signifikan pada tahun 2021. Penurunan beban usaha ini berasal dari penurunan beban pokok pendapatan sebesar 68,22% YoY, penurunan beban penjualan sebesar 88,08% YoY serta penurunan beban umum dan administrasi sebesar 47,89% YoY.

Beban keuangan utang lama juga mengalami penurunan sebesar 36,49% YoY pada kuartal IV 2021 dengan adanya Master Restructuring Agreement (MRA) dan pembayaran sebagian pokok utang di tahun 2021.

Jumlah aset pada 2021 sebesar Rp 103,60 Triliun, atau meningkat sebesar 2,81% YoY disebabkan oleh peningkatan aset lancar dalam bentuk kas yang berasal dari PMN dan rights issue tahun 2021.

Di sisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan disebabkan oleh transaksi asset recycling yang dilakukan oleh Perseroan selama 2021. Perseroan juga mencatatkan liabilitas sebesar Rp 88,14 Triliun, atau menurun sebesar 1,34% YoY disebabkan oleh penurunan utang usaha.

Ekuitas WSKT sebesar Rp 15,46 Triliun, atau meningkat sebesar 35,28% YoY. Kemampuan likuiditas Perseroan pada tahun 2021 juga menunjukkan tren membaik dengan masih positifnya arus kas dari operasional, proceeds dari asset recycling pada aktivitas investasi, serta dukungan proceeds rights issue pada aktivitas pendanaan.

"Pada 2022 perseroan akan lebih fokus pada perolehan kontrak baru dengan target Rp 30 triliun, penyelesaian proyek tertunda, melanjutkan restrukturisasi secara grup dan melanjutkan strategic partnership dengan para investor, termasuk INA untuk melakukan asset recycling," jelas perseroan.

Perseroan juga akan fokus menyelesaikan konstruksi jalan tol hingga titik tertentu, yang akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan jalan tol dan juga akan mempermudah proses strategic partnership dengan para calon investor dengan adanya dukungan Pemerintah melalui PMN,.

Dengan asset recycling yang sangat membantu penurunan kerugian Perseroan ini, diharapkan kedepannya Perseroan dapat mencatatkan kinerja yang positif.

Perseroan menyampaikan apresiasi kepada pemegang obligasi dan sukuk yang telah berpartisipasi dalam aksi korporasi tersebut. Saat ini kinerja perseroan mulai menunjukkan tren membaik.

Sukuk yang diterbitkan oleh perseroan juga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe), didukung dengan hasil rating Pefindo BBB dengan outlook stable yang membaik dibandingkan sebelumnya. Selanjutnya Perseroan akan melanjutkan agenda restrukturisasi melalui penerbitan obligasi/sukuk dengan penjaminan Pemerintah pada semester kedua tahun 2021 ini.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tok! Waskita Jual Tol Cimanggis-Cibitung Rp 1,7 T


(RCI/dhf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading