Analisis Teknikal

Wall Street Tumbang, Hati-Hati IHSG Ikutan Ambruk!

Market - Putra, CNBC Indonesia
19 May 2022 06:35
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat kencang 2,24% di level 6.793,41 dan sukses menembus level psikologis 6.700 serta menempel level psikologis 6.800 pada perdagangan Rabu (18/5/2022).

Dari dalam negeri, pada Selasa (17/5/2022) Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca dagang Indonesia per April naik 47,76% secara tahunan menjadi US$ 27,32 miliar, tertinggi sepanjang masa.

Pendorongnya adalah ekspor produk pertambangan yang mencapai US$ 6,41 miliar atau tumbuh 182,48% yoy. Dengan capaian ekspor yang fantastis, ekonomi Indonesia diyakini tidak terlalu tertekan oleh dampak konflik Ukraina.


Ekspor bahan bakar mineral yang termasuk batu bara di dalamnya tercatat US$ 14.143,9 juta, naik 78,14% yoy. Sementara jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, ekspor produk ini naik 13,88%. Kinerja emiten batu bara pun diyakini positif pada kuartal II-2022.

Sentimen negatif datang dari bursa Amerika Serikat alias Wall Street yang pada penutupan perdagangan dini hari tadi ambruk parah yang tentunya membawa hawa buruk ke pasar modal Asia pagi ini.

Analisis teknikal

TeknikalFoto: Teknikal
Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB awal pekan ini, tampak bahwa indeks ditutup di batas tengah BB.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30.

Berdasarkan indikator RSI yakni di angka 39, IHSG sudah berada netral setelah keluar dari zona jenuh jual pasca terbang dua hari beruntun sehingga berpotensi untuk turun terlebih dahulu.

Untuk perdagangan hari ini, setidaknya IHSG akan bergerak di rentang level 6.708-6.813 terlebih dulu dan berpotensi terkoreksi. Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

IHSG Sesi 1 Ditutup Hampir Flat, Sesi 2 Bergerak Bisa Merah


(trp/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading