Harga Emas Bikin Bingung, Kadang Naik Tapi Pagi Ini Turun

Market - mae, CNBC Indonesia
18 May 2022 08:01
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas terus bergerak volatile. Pada perdagangan Rabu (18/5/2022) pukul 06:50 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.814,38 per troy ons. Melemah 0,02%. 

Pelemahan emas hari ini melanjutkan tren pergerakan emas yang volatile dalam sepekan terakhir. Pada perdagangan Selasa (17/5/2022), harga emas ditutup melemah 0,50% di level US$ 1.814,67 per troy ons. Padahal, pada Senin (16/5/2022), emas ditutup menguat.

Dalam sepekan, harga emas sudah melemah tipis 0,40% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas juga melemah 6,95% sementara dalam setahun turun 2,95%.



"Pergerakan emas lebih mirip bulu daripada panah. Seperti bulu, pergerakan emas mengarah ke sana dan ke sini tergantung pada angin yang membawanya," tutur analis independen Ross Norman, seperti dikutip dari CNBC International.

Setelah terkena dampak penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan yield surat utang pemerintah AS, pergerakan emas kini dipengaruhi data penjualan ritel AS.

Penjualan ritel di Amerika Serikat meningkat 0,9% (month to month/mtm) di bulan April. Peningkatan penjualan ritel ini menunjukkan konsumen AS tetap berbelanja meskipun inflasi melonjak. Kondisi ini bisa membuat inflasi makin melambung sehingga The Fed akan bersikap semakin agresif.

Jika The Fed makin agresif tentu saja akan berdampak negatif ke emas mengingat kenaikan suku bunga akan melambungkan dolar AS dan yield surat utang pemerintah AS.

Penguatan dolar AS membuat harga emas makin mahal sementara kenaikan yield membuat emas tidak menarik karena tidak menawarkan imbal hasil.

"Sentimen untuk logam mulia mulai beralih ke bearish dan ini tentu saja kabar buruk bagi emas. Harga emas bisa semakin jatuh jika The fed semakin hawkish," ujar Ryan McKay, dari TD Securities, kepada Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Ramalan' Ini Bilang Harga Emas Bakal Naik! Borong Nih?


(mae/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading