Harga Emas Naik Sih, Tapi Tipiiiisss Banget...

Market - Maesaroh & Maesaroh, CNBC Indonesia
17 May 2022 15:36
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas nyaris tidak bergerak pada perdagangan sore hari ini. Pada perdagangan Selasa (17/5/2022) pukul 15:05 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.823,80 per troy ons. Menguat sangat tipis 0,001%.

Harga tersebut hampir sama dengan penutupan pada Senin (16/5/2022) yakni US$ 1823,79 per troy ons. Dalam sepekan, harga emas masih menguat 0,11% secara point to point. Dalam sebulan, harga emas masih melemah 7,82% sementara dalam setahun longsor 2,38%.


.


Nyaris tidak bergeraknya harga emas dipengaruhi tarik menarik dua faktor. Di satu sisi, dolar Amerika Serikat (AS) melemah sementara di sisi lain yield surat utang pemerintah AS menguat.

Pelemahan dollar AS mendukung pergerakan emas karena harga emas bisa lebih murah untuk dibeli. Namun, yield yang terus meningkat akan mengurangi daya tarik emas karena emas tidak menawarkan imbal hasil.

Pada pukul 15;13 WIB, indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, melemah 0,28% ke level 103,89. Sementara itu, yield surat utang pemerintah AS sudah menguat ke level US$ 2,93% setelah sempat melemah ke level US$ 2,89%.

Ravindra Rao dari Kotak Securities, mengingatkan emas masih berpotensi naik jika kekhawatiran akan memburuknya ekonomi global terus menguat. Emas sebagai aset aman akan menjadi pilihan orang di saat ekonomi memburuk. Sebagai catatan, Komisi Uni Eropa memangkas pertumbuhan zona Uni Eropa untuk tahun ini menjadi 2,7%, turun dari perkiraan sebelumnya 4%.

Senada, Stephen Innes dari SPI Asset Management mengatakan pemegang investasi sejumlah faktor juga akan mendukung pergerakan emas ke depan, termasuk stimulus dari China.

"China akan memberikan stimulus yang akan berdampak positif kepada hard commodity seperti emas," tutur Innes, kepada Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rusia Siagakan Nuklir, Harga Emas Melonjak 1%


(mae/mae)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading