Saham Emtek (EMTK) Kena ARB Berhari-Hari, Ada Apa?

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
17 May 2022 10:45
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten holding milik pengusaha nasional Eddy Kusnadi Sariaatmadja, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), kembali menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) pada perdagangan Selasa (17/5) pagi ini.

Tepat setelah bel perdagangan dibuka, saham EMTK langsung menukik tajam turun 6,73% ke level Rp 2.080/saham. Pelemahan hari ini merupakan rentetan panjang selama enam hari perdagangan beruntun berakhir di zona merah. Tercatat EMTK terakhir kali ditutup positif pada tanggal 27 April lalu.

Lebih parah lagi, dalam beberapa hari perdagangan terakhir saham EMTK bahkan sampai ditutup menyentuh batas ARB, dengan lima dari enam hari masing-masing terkoreksi lebih dari 6,5%.


Koreksi paling tipis hanya terjadi pada perdagangan tengah minggu lalu, ketika IHSG sempat memberi sinyal rebound di awal dan tengah perdagangan, meskipun akhirnya berakhir di zona merah.

Artinya sejak bursa kembali dibuka pasca libur panjang Lebaran, saham EMTK terdepresiasi lebih dari 30%, dengan kapitalisasi pasar saat ini tercatat di angka Rp 127,38 triliun.

Data perdagangan mencatat saham EMTK tertekan lebih dari 25% dalam sebulan terakhir, dan sejak awal tahun masih terkoreksi 8,77%.

Pekan lalu (12/5) Emtek mengumumkan telah menjual sebanyak 74.480.000 saham treasuri atau hasil pembelian kembali (buyback) saham periode 11 Mei 2021 hingga 11 Mei 2022.

Jumlah saham treasuri yang dilepas setara 0,12% dan dari hasil penjualan tersebut Emtek memperoleh dana Rp 206,13 miliar.

Meski demikian, kondisi buruk saham perusahaan baru-baru ini berbanding terbalik dengan kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun 2021 yang baru dilaporkan 26 April lalu.

Tahun lalu EMTK mencatatkan peningkatan pendapatan dan laba bersih. Top line perusahaan mengalami ekspansi 7,57% menjadi Rp 12,84 triliun dari semula Rp 11,93 triliun di 2020. Sedangkan kinerja bottom line meroket hingga 175% secara tahunan menjadi Rp 5,65 triliun, dari semula Rp 2,05 triliun.

TIM RISET CNCB INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Wow! Singtel & Grab Ikut Emtek Masuk ke Bank Fama


(vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading