Waduh, Bursa Asia Merah Lagi Gegara Rilis Data Ekonomi China

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
16 May 2022 11:02
Investors look at computer screens showing stock information at a brokerage house in Shanghai, China September 7, 2018. REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa di kawasan Asia bergerak melemah pada perdagangan Senin (16/5/2022), setelah China melaporkan angka ekonomi yang mengecewakan sebagai akibat dari pembatasan Covid.

Saham emiten teknologi di Hong Kong melonjak sebelum memangkas kenaikannya setelah China merilis berita yang kurang baik di bidang ekonomi. 

Indeks Hang Seng naik lebih dari 2% pada satu titik, sebelum turun sekitar 0,5%. Saham Meituan di Hong Kong anjlok 4,5%, sementara saham Tencent anjlok 1,6%.


Saham China Daratan lebih rendah dengan indeks Shanghai Composite turun 0,4% dan indeks Shenzhen turun tipis 0,48%. Data ekonomi China untuk bulan April meleset dari ekspektasi, hal tersebut dipicu oleh pembatasan yang ketat oleh Covid di beberapa wilayah di negara itu.

Penjualan ritel untuk April anjlok 11,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, lebih parah dari perkiraan analis yang hanya turun 6,1%, jika mengacu pada jajak pendapat Reuters. Sementara produksi industri anjlok 2,9% dari periode yang sama tahun 2021.

Sebanyak 31 kota besar di China mengalami kenaikan pada tingkat pengangguran ke level tertinggi di 6,7% pada bulan April, menurut data setidaknya hingga 2018.

Pemerintah Shanghai mengatakan pada hari Minggu (15/5) bahwa beberapa bisnis akan mulai melanjutkan operasi di dalam toko, seperti yang diwartakan Reuters.

"Sementara Shanghai memberikan beberapa hal positif untuk pasar, tidak jelas kapan China akan berporos untuk hidup dengan Covid," ujar Direktur Ekonomi National Australia Bank (NAB) Tapas Strickland yang dikutip dari CNBC International.

Di sisi lainnya, indeks Nikkei Jepang menguat tipis 0,24%. Namun, indeks Topix jatuh 0,14%, indeks KOSPI Korea Selatan turun tipis 0,14% setelah menguat di sesi sebelumnya.

Di wilayah Australia, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,21%.

Indeks saham di Asia dan di seluruh dunia pekan lalu bergejolak karena kekhawatiran inflasi. Saham emiten teknologi dan cryptocurrency terpukul keras, meskipun Bitcoin telah mengurangi beberapa kerugian.

Bursa saham AS bergerak menguat pada hari Jumat (13/5), tapi masih membukukan kerugian sepanjang pekan ini.

Bursa saham di Singapura, Malaysia, Indonesia dan Thailand tutup pada hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saat Hang Seng-Shanghai Libur, Bursa Asia Lain Dibuka Cerah


(aaf/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading