India Setop Ekspor Gandum, Krisis Pangan Global Makin Nyata?

Market - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
16 May 2022 07:10
Ilustrasi (Photo by TymurKhakimov via pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - India memutuskan untuk menangguhkan sementara ekspor gandum ke luar negeri. Langkah ini diambil untuk melindungi kebutuhan dalam negeri negara itu yang saat ini sedang mengalami lonjakan harga.

Dalam sebuah keterangan, pejabat pemerintah di New Delhi mengatakan pada hari Sabtu, (14/5/2022) pemerintah Negeri Hindustan itu menambahkan bahwa inflasi harga pangan di negara itu memang sudah cukup mengkhawatirkan.

"Itu bukan gandum saja. Kenaikan harga secara keseluruhan menimbulkan kekhawatiran tentang inflasi dan itulah mengapa pemerintah harus melarang ekspor gandum," ujar salah satu pejabat negara itu kepada CNN.


Meski begitu, India masih akan mengizinkan ekspor yang didukung oleh letter of credit yang sudah diterbitkan dan ke negara-negara yang meminta pasokan.

India sendiri merupakan produsen beras dan gandum terbesar kedua di dunia. Pada awal April, stok dua bahan pokok itu mencapai 74 juta ton. India juga merupakan salah satu pemasok gandum dan beras global termurah. India sudah mengekspor beras ke hampir 150 negara dan gandum ke 68 negara.

Sementara itu, langkah larangan ekspor ini diambil saat dunia sedang mengalami kelangkaan bahan pangan seperti gandum. Hal ini diakibatkan oleh perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, dimana dua negara itu notabenenya merupakan produsen gandum yang cukup besar.

Akibatnya langkah India ini mendapatkan tanggapan yang cukup negatif di dunia internasional. Dalam pertemuan Menteri Pertanian negara-negara G7, mereka menyimpulkan bahwa larangan ekspor India ini dapat menyulitkan warga miskin di Asia dan Afrika dalam memperoleh pasokan pangan yang memadai dan mencukupi.

"Jika semua orang mulai memberlakukan pembatasan ekspor atau menutup pasar, itu akan memperburuk krisis," kata menteri pertanian Jerman Cem Ozdemir pada konferensi pers di Stuttgart.

"Kami menyerukan India untuk memikul tanggung jawabnya sebagai anggota G20," kata Ozdemir.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ukraina Rupanya Kaya 'Harta Karun', Ini Jadi Biang Perang?


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading