Kripto Berguguran, Indodax Prediksi Bakal All Time High Lagi

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
13 May 2022 18:30
Blockchain & Crypto, Jawara Cuan Masa Depan(CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam beberapa hari terakhir harga kripto di pasaran mengalami penurunan. Termasuk Terra LUNA yang ambles mencapai 96% hanya dalam waktu sehari.

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan penurunan pada aset kripto sama seperti layaknya hukum pasar di mana harga murah terjadi karena aksi jual lebih banyak dilakukan daripada aksi beli sehingga penawaran yang ada lebih banyak daripada permintaannya.

"Aksi jual yang banyak dilakukan oleh para investor ini tentu ada pemicunya. Salah satunya seperti kebijakan dari The Fed yang menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi di Amerika Serikat yang sedang melonjak," kata Oscar kepada CNBC Indonesia, Jumat (13/5/2022).


Meskipun harga kripto sedang terdiskon, menurut Oscar justru investor bisa memanfaatkan kondisi ini untuk menambah portofolio kripto mereka.

Investor bisa menggunakan teknik buy the dip (membeli ketika harga kripto sedang terdiskon) dan menjadi long term investor dengan cara menyimpannya selama beberapa waktu dan menjualnya nanti ketika harganya naik atau bahkan menyentuh all time high (ATH) kembali, sehingga bisa mendapatkan profit dari situ.

"Di Indodax kami sudah mengalami pattern bearish ini sebelumnya. Hal ini memang wajar terjadi karena kemungkinan besar akan diikuti dengan All Time High kembali nanti," tegas Oscar.

Dampak turunnya kripto hingga ditanggapi Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen yang memberikan peringatan akan dampak kasus anjloknya harga Terra LUNA dan TerraUSD.

Dia menuturkan kejadian itu membuktikan potensi ancaman pada stabilitas keuangan yang ditimbulkan oleh pasar kripto yang tidak diatur.

"Stablecoin yang dikenal sebagai TerraUSD mengalami penurunan nilainya. Saya pikir itu hanya menggambarkan ini adalah produk yang berkembang pesat dan ada risiko pada stabilitas keuangan dan kami membutuhkan kerangka kerja yang sesuai," kata Yellen dalam sidang Komite Perbankan Senat, dikutip dari Market Watch, Kamis (12/5/2022).

TerraUSD merupakan stablecoin yang tujuannya mempertahankan nilai yang stabil relatif pada mata uang yang dikeluarkan pemerintah seperti dolar AS.

UST atau TerraUSD masuk dalam stablecoin algoritmik, berusaha mempertahankan pasak 1:1 pada dolar AS dengan algoritma yang mengontrol pasokan mata uang terkait disebut dengan Terra LUNA.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Balada Bitcoin: Ultah ke-13 Tahun yang Tanpa "Party"


(vap/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading