Tinggalkan Batu Bara, Indika Garap Emas Hingga Motor Listrik

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
13 May 2022 13:50
Indika Energy

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten pertambangan dan energi PT Indika Energy Tbk (INDY), semakin mantap meninggalkan bisnis batu bara dan bersiap menggarap bisnis lain termasuk emas dan motor listrik. 

Hal itu terungkap dalam keterbukaan informasi, Jumat (13/5/2022), mengenai materi paparan publik perseroan yang rencananya akan dipaparkan pada 20 Mei mendatang. 

Dalam upaya menyongsong Ambisi Keberlanjutan Indika Energy, perseroan menargetkan 50% pendapatan berasal dari non-batu bara pada 2025 dan target mencapai net-zero emissions pada 2050. 


Indika Energy yang dulu memiliki kemampuan yang kuat di seluruh rantai nilai batu bara, termasuk produksi dan perdagangan batu bara (Kideco, MUTU, Indika Trading), jasa energi (Petrosea dan Tripatra), transportasi (MBSS), dan pembangkit listrik tenaga batu bara (Cirebon Power). 

Di masa depan, perseroan bersiap menyongsong pengembangan usaha di bidang logistik dan infrastruktur (Kariangau Gapura Terminal Energi, Interport), emas, metal dan mineral lainnya (Nusantara), energi terbarukan, kendaraan listrik, dan solusi alam (EMiTS, TIME, EMI, dan Indika Multi Properti), transformasi digital dan analitik (Xapiens, ZebraX), hingga inkubasi bisnis untuk pengembangan bisnis baru. 

Berikut rinciannya.

1. Logistik (Interport)

-Membangun dan mengoperasikan terminal penyimpanan bahan bakar secara eksklusif untuk ExxonMobil yang berlokasi di Balikpapan, Kariangau, Kalimantan Timur. Memiliki kapasitas penyimpanan 96 juta liter dan beroperasi sejak November 2020. Adapun kontribusi EBITDA US$ 12-18 juta per tahun.

-Bergabung dalam konsorsium Patimban melalui Indika Logistic & Support Services (ILSS) dengan kepemilikan 29%, sebagai operator dari pelabuhan Patimban.

2. Emas (Nusantara Resources Ltd)

-INDY memiliki investasi strategis di proyek emas Awak Mas (dengan kepemilikan 100%) yang berlokasi di Sulawesi Selatan, tepatnya 220 km dari Makassar.

-Tahap awal produksi direncanakan pada awal 2025. Potensi sumber daya mencapai 2,29 juta ounce dan potensi cadangan 1,45 juta ounce dengan total area konsesi 14.390 hektare, area tereksplorasi 2.000 hektare.

-Status progres proyek tersebut adalah FEED dan definitive feasibility study telah selesai sejak 2018.

3. Tenaga Surya (EMiTS)

-Indika Energy bermitra dengan Fourth Partner Energy, perusahaan panel tenaga surya India terdepan, mendirikan perusahaan tenaga surya terintegrasi, Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS), dengan kepemilikan 51%. EMITS akan memberikan solusi energi terbarukan untuk komersial dan sektor industri di Indonesia. 

-Memiliki rencana untuk memasang panel tenaga Surya sebesar 500 MW (Capex  & Opex) pada tahun 2025 dan fokus pada pangsa pasarPLN dan Komersial & Industrial. Saat ini sudah mendapatkan kontrak sebesar 40 MW.

4. Kendaraan Listrik (EMI)

-Indika melalui PT Electra Mobilitas Indonesia, akan mengembangkan potensi kendaraan listrik roda dua di Indonesia termasuk industry baterai dan infrastruktur. INDY menargetkan untuk bisa meluncurkan produk motor listriknya pada kuartal III 2022.

-Indika Energy menandatangani MOU Bersama dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBC), Hon Hai Precision Co. Ltd. (Foxconn), dan Gogoro Inc untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

-Pada tanggal 28 April 2022, anak perusahaan Perseroan, yang secara tidak langsung dimiliki 100% oleh Perseroan, yaitu PT Solusi Mobilitas Indonesia ("SMI") dan PT Electra Distribusi Indonesia ("EDI") telah mendirikan perusahaan yang bernama PT Electra Auto Indonesia ("EAI").

-EAI merupakan perusahaan dealership untuk kegiatan Perseroan dalam melakukan pengembangan dan ekspansi usaha ke sektor kendaraan listrik, khususnya roda dua di Indonesia.

5. Hutan Tanaman Industri (Indika Multi Properti)

-Untuk mengurangi exposure dari bisnis batu bara, Indika juga memiliki Indika Multi Properti yang mempunyai konsesi hutan tanaman industri lebih dari 170 ribu hektare dari empat konsesi hutan yang dimiliki. Perusahaan ini, memiliki rencana untuk mengembangkan wood pellet untuk biomass dan carbon offset.

-Target output tahunan pada 2025 mencapai 650-700 KTons Biomass/Wood Pellets dan Carbon Offset 550-600 KTons CO2e.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jual Petrosea, Saham Indika (INDY) Lompat 22,4% & Top Gainer


(vap/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading