Begini Syarat Untuk Tesla Kalau Berbisnis di Indonesia

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
11 May 2022 08:55
Ternyata Ini Isi Pertemuan Luhut dan Elon Musk

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mendekati Tesla semenjak 2021 namun hingga saat ini belum ada titik terang mengenai rencana, perusahaan Elon Musk tersebut membuka pabrik di Indonesia. Septian Hario Seto selaku Deputi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves yang turut mendampingi Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bertemu Elon Musk menjelaskan kalau mulai ada titik terang dengan Tesla.

"Tesla ini unik, namun di Shanghai maupun di Jerman, mereka jadi pemegang penuh, sementara di Indonesia kalau mau masuk harus kerja sama dengan lokal yang memiliki potensi," tegas Hario kepada CNBC, Rabu (11/5/2022).

Terutama untuk masalah ini, Hario menjelaskan kalau cukup memakan banyak diskusi. Namun sudah mulai ada beberapa poin yang disepakati.


"Nanti akan ada tim Tesla yang datang dan melihat beberapa peluang," tegas Hario.

Hario menjelaskan kalau pemerintah berharap agar Tesla setidaknya bawa investasi untuk baterainya pada tahap pertama dan dalam jangka menengah pemerintah bisa membujuk Tesla soal pabrik mobil.

"Pada 2021 penjualan Tesla mencapai 900 ribu dan menguasai market share. Tahun ini pasti lebih dari 1,5 juta dan itu luar biasa. Akan sangat baik jika Tesla berada di Indonesia dengan ESG mereka sehingga pengolaan nikel Indonesia juga bisa lebih dipercaya," ungkap Hario.

Pertemuan Elon-Luhut yang viral menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meyakinkan Tesla melihat potensi investasi di Indonesia.

"Banyak pabrikan mobil dan perusahaan baterai melakukan shifting yang tadinya pakai nikel menjadi teknologi yang lebih murah, termasuk Tesla," jelas Hario.

Hario menjelaskan hal ini tidak baik bagi Indonesia mengingat Nusantara pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. Menurutnya akan bahaya jika banyak perusahaan tidak menggunakan nikel sama sekali.

"Kami melakukan paparan pada Elon, ada potensi nikel di Indonesia juga teknologi yang kita kembangkan. Meyakinkan Elo kalau Tesla bisa mendapatkan Nikel yang dibutuhkan dengan ESG yang sesuai dengan standar Tesla," ungkap Hario.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Gilak! Elon Musk Mau Bayar Pajak Rp 158 T


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading