Saham Unilever & Indofood Cs Penyelamat IHSG dari Kehancuran

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
10 May 2022 12:55
Saham Barang Konsumsi

Jakarta, CNBC Indonesia - Di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles nyaris 3% di sesi I perdagangan Selasa (10/5/2022), beberapa saham emiten sektor konsumen justru menguat.

CNBC Indonesia mencatat ada 6 saham dari sektor konsumen dengan nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 30 triliun yang menguat hingga sesi istirahat siang hari ini.

Di posisi pertama ada saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang menguat nyaris 9%. Kemudian di posisi kedua ada saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang naik 5,23%.


Selanjutnya di posisi ketiga ada saham emiten milik grup Salim yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang terapresiasi 4,73%.

Saham Change

  • UNVR 8.98%
  • KLBF 5.23%
  • ICBP 4.73%
  • HMSP 3.24%
  • INDF 2.86%
  • MYOR 0.91%

Pergerakan saham pada perdagangan hari ini memang cukup menarik untuk dicermati. Saham-saham bank kakap harganya ambles lebih dari 1% dan saham-saham terkait komoditas juga anjlok lebih dari 1%.

Kedua saham tersebut adalah penopang IHSG sepanjang tahun ini sehingga membuat IHSG memberikan return sampai 9,8% sebelum libur lebaran dan menjadi indeks saham acuan terbaik di kawasan Asia Pasifik.

Berbeda dari sebelum-sebelumnya, kini giliran sektor konsumen yang unjuk gigi. Ada beberapa hal yang bisa dipetik dari fenomena ini.

Pertama adalah adanya rotasi sektor. Ada kemungkinan sektor perbankan dan komoditas harga sahamnya sudah jenuh beli sehingga sekarang saat yang tepat untuk ambil untung (profit taking).

Di sisi lain, investor juga beralih ke saham-saham sektor konsumen yang lebih defensif dan secara valuasi masih menarik karena selama ini kinerjanya cenderung lagging.

Rotasi sektoral ini juga dapat dijelaskan dari dua sisi yaitu perbaikan kinerja dan momentum. Perlu diketahui, kemarin BPS baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi untuk kuartal I-2022.

Ekonomi Indonesia dilaporkan tumbuh 5,01% di kuartal I-2022. Penopang utama pertumbuhan ekonomi ini adalah konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,34% pada periode yang sama.

Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, konsumsi domestik merupakan tulang punggung perekonomian. Kebangkitan konsumsi domestik ini menjadi salah satu momentum yang tepat untuk berinvestasi di sektor konsumen.


Dari sisi momentum sebenarnya bisa dibilang ada fase lag. Namun perlu diingat bahwa masyarakat Indonesia baru saja melewati momen setahun sekali yakni puasa Ramadan dan hari raya Idul Fitri.

Saat puasa dan Idul Fitri, konsumsi domestik cenderung terdongkrak karena adanya faktor tambahan pendapatan dalam bentuk Tunjangan Hari Raya (THR).

THR inilah yang dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan seperti makanan dan minuman hingga aksesoris dan baju serta tak ketinggalan adalah gadget.
Namun bagaimanapun juga rotasi ke sektor konsumen ini bisa saja berlangsung singkat dan merupakan langkah taktis saja mengingat sektor konsumen juga dibayangi oleh risiko kenaikan inflasi sampai adanya kenaikan PPN menjadi 11% hingga cukai rokok yang berbuntut pada harga jual produk olahan tembakau yang satu ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Bank Diburu, IHSG Awet Menghijau Hingga Closing Sesi 1


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading