Darmi Bersaudara Keluar Dari Pemantauan Khusus BEI

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
10 May 2022 09:12
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) keluar dari daftar pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI). KAYU keluar dari daftar tersebut yang akan berlaku efektif pada 10 Mei 2022.

Adapun selama ini, KAYU harus dipantau karena tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada laporan keuangan terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya.

Dengan keluarnya saham Darmi bersaudara, kini terdapat 18 saham yang ada dalam Daftar Efek Bersifat Ekuitas Dalam Pemantauan Khusus BEI. Berikut adalah daftar lengkapnya:


1. ARKA PT Arkha Jayanti Persada Tbk.
2. ENVY PT Envy Technologies Indonesia Tbk.
3. GIAA PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
4. GMFI PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk.
5. GOLL PT Golden Plantation Tbk.
6. GTBO PT Garda Tujuh Buana Tbk.
7. IBFN PT Intan Baruprana Finance Tbk.
8. INTA PT Intraco Penta Tbk.
9. KBRI PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk.
10. LAPD PT Leyand International Tbk.
11. MABA PT Marga Abhinaya Abadi Tbk.
12. MGNA PT Magna Investama Mandiri Tbk.
13. MTRA PT Mitra Pemuda Tbk.
14. MYRX PT Hanson International Tbk.
15. OCAP PT Onix Capital Tbk.
16. PICO PT Pelangi Indah Canindo Tbk.
17. SUPR PT Solusi Tunas Pratama Tbk.
18. TDPM PT Tridomain Performance Materials Tbk.

PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU) mencatatkan penurunan penjualan bersih mencapai -93,16% sepanjang tahun 2021 sebesar Rp 5,06 miliar. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan penjualan pada periode 2020 senilai Rp 74,08 miliar.

Emiten perdagangan produk kayu olahan ini mengantongi seluruh pendapatan dari penjualan ekspor kayu semi furnish pada 2021, atau anjlok dari penjualan pada tahun 2020 sebanyak Rp 64,06 miliar.

Sementara penjualan kayu log di pasar lokal tampak nihil, berbeda dari penjualan log pada tahun 2020 sebesar Rp 10,02 miliar.

Dalam keterbukaan informasi, KAYU menanggung beban pokok penjualan senilai Rp 6,75 miliar, perseroan mencatatkan rugi bruto sebanyak Rp 1,69 miliar pada 2021. Kendati penjualan merosot tajam, perseroan mengantongi penjualan barang sisa sebesar Rp 5,30 miliar, yang masuk dalam pos pendapatan lain-lain. Pada pos ini, KAYU tampak merealisasikan pemasukan dari sewa senilai Rp 240 juta, bunga deposito Rp 60,21 juta, imbalan kerja Rp 25,58 juta, dan lain-lain Rp 1,05 miliar.

Alhasil, laba bersih tahun berjalan mencapai Rp 147,44 juta, terpangkas -61,18% dari laba bersih tahun berjalan 2020 sebesar Rp 379,89 juta.

Kinerja KAYU tahun 2021 diuntungkan berkat pos pengukuran kembali atas program imbalan pasti, yang menyumbang jumlah penghasilan dan laba komprehensif perseroan. Dengan demikian, membuat laba per saham dasar perseroan naik dari semula Rp -1 menjadi Rp 0.

Per 31 Desember 2021, KAYU memiliki jumlah aset sebanyak Rp 106,48 miliar, lebih rendah -3,49% dari total aset akhir 2020 sebesar Rp 110,33 miliar.

Liabilitas tahun lalu berkurang menjadi Rp 27,89 miliar dari sebelumnya Rp 31,98 miliar, sedangkan ekuitas tumbuh tipis 0,31% menjadi Rp 78,58 miliar dari Rp 78,34 miliar.

Adapun akhir 2021 perseroan menggenggam jumlah kas dan bank sebanyak Rp 102,59 juta, lebih rendah dari posisi kas dan bank akhir 2020 sebesar Rp 125,52 juta.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Modal Belasan Ribu Borong Saham? Bisa!


(RCI/dhf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading