Wall Street Kembali Anjlok Dipicu Koreksi Saham Teknologi

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
09 May 2022 21:42
Markets Wall Street. (AP/Courtney Crow)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) anjlok pada pembukaan perdagangan Senin (9/5/2022), di tengah minimnya sentimen positif yang bisa memperkuat pasar.

Indeks Dow Jones Industrial Average drop 490 poin (-1,5%) pada pembukaan pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB), dan 30 menit kemudian menjadi 481,67 poin (-1,46%) ke 32.417,7. Indeks Nasdaq anjlok 374,96 poin (-3,09%) ke 11.769,7 sedangkan S&P 500 tertekan 92,54 poin (-2,24%) ke 4.030,8.

Koreksi terjadi setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bp), yang memicu kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS hingga melampaui level 3%, atau level tertinggi sejak 2018.


Saham teknologi-yang secara historis paling terpukul oleh kenaikan suku bunga acuan, berguguran dipimpin saham Meta (induk usaha Facebook), Apple, dan Amazon yang anjlok masing-masing sebesar 4,3%, 1,7% dan 1% lebih, sementara Tesla dan Nvidia drop sekitar 4%.

"Kami memperkirakan pasar masih akan volatil, dengan risiko yang semakin besar oleh tekanan akibat risiko stagflasi yang terus meningkat," tutur analis Barclays, Maneesh Deshpande, seperti dikutip CNBC International.

Sepanjang pekan lalu, S&P 500 dan Dow Jones melemah masing-masing sebesar 0,21% dan 0,24%. Nasdaq sudah tertekan 1,54%. Dengan demikian, Dow Jones terkoreksi selama 6 pekan beruntun sementara Nasdaq dan S&P 500 melemah 5 pekan berturut-turut.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sinyal Resesi AS Masih Awet, Wall Street Bergerak Menyamping


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading