Laba BSD Sulit Tumbuh Tinggi di Q1-2022, Ini Penyebabnya

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
09 May 2022 15:35
Dok.bsdcity-development

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten properti Grup Sinar Mas PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengalami perlambatan pertumbuhan laba bersih dalam tiga bulan pertama 2022.

Hermawan Wijaya, Direktur BSDE menjelaskan, hal itu dikarenakan BSDE tidak mencatatkan pendapatan lain-lain yang signifikan seperti pada 2021.

"Tahun lalu, sebagai dampak dari pertumbuhan anorganik berupa akuisisi, BSDE membukukan pendapatan yang cukup signifikan pada akun penghasilan lain-lain. Namun, kami berkeyakinan membukukan perolehan positif hingga akhir tahun 2022, baik pendapatan usaha maupun bottom line," jelas Hermawan dalam keterbukaan informasi, Senin (9/5/2022).


BSDE mencatat penurunan nilai laba bersih pada kuartal I/2022. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat turun 42,01% secara tahunan (YoY) dari Rp 599,95 miliar menjadi Rp 347,90 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penurunan laba juga terjadi karena beban usaha BSDE melonjak 32,06% YoY dari Rp 476,25 miliar menjadi Rp 628,94 miliar. Pada saat yang sama pendapatan usaha perusahaan naik 21,39% YoY dari Rp 1,669 triliun menjadi Rp 2,026 triliun.

Pada periode yang sama, nilai aset Bumi Serpong Damai melonjak dari Rp 61,47 triliun menjadi Rp 63,13 triliun. Liabilitas yang ditanggung perusahaan naik dari Rp 25,575 triliun menjadi Rp 26,903 triliun pada kuartal I/2022. Ekuitas perusahaan naik dari Rp 35,893 triliun menjadi Rp 36,229 triliun per akhir Maret 2022.

Penurunan laba bersih BSDE membuat laba per saham emiten properti ini turun dari Rp 28,69 per unit menjadi Rp 16,64 per unit pada kuartal I/2022.

Pada tiga bulan pertama 2022 BSDE berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,03 triliun. Pencapaian tersebut setara pertumbuhan 21,43% jika dibandingkan periode yang sama pada 2021 yakni Rp 1,67 triliun.

Segmen penjualan lahan, bangunan dan strata title tercatat sebagai segmen dengan kontribusi terbesar yakni 80,01% atau sebesar Rp 1,62 triliun. Apabila dirinci lebih lanjut, 85,17% dari angka perolehan tersebut bersumber dari penjualan lahan dan bangunan yakni sebesar Rp 1,38 triliun.

Segmen penjualan lahan, bangunan dan strata title pada tiga bulan pertama 2022 berhasil tumbuh 20,11% dibandingkan pencapaian tahun lalu yakni Rp 1,35 triliun.

Hermawan menambahkan, subsegmen penjualan tanah dan bangunan strata title pada tahun ini tumbuh signifikan 260,22% menjadi Rp 240,42 miliar dari posisi tahun lalu Rp 66,74 miliar. Pencapaian ini menjadikan sub-segmen ini sebagai segmen dengan pertumbuhan tertinggi.

Adapun segmen pendapatan sewa adalah segmen dengan kontribusi terbesar kedua dengan kontribusi 8,91% berhasil mencatat kinerja sebesar Rp 180,65 miliar, tumbuh 4,33% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Hingga akhir tahun, Hermawan yakin kinerja perseroan akan baik dengan banyaknya persediaan dan produksi real estat.

"Kami terus berupaya meningkatkan produksi real estat yang berkualitas untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen," pungkas Hermawan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BSDE Catat Prapenjualan Rp 7,7 Triliun Pada 2021


(vap/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading