Bursa Asia Ditutup Ambruk Parah, Hanya Nikkei yang Selamat

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
06 May 2022 16:38
A woman walks past an electronic board showing Hong Kong share index outside a local bank in Hong Kong, Monday, April 1, 2019. Shares have surged in Asia following a bullish Friday on Wall Street, where the benchmark S & P 500 logged its biggest quarterly gain in nearly a decade. (AP Photo/Vincent Yu) Foto: Bursa Hong Kong (AP Photo/Vincent Yu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa Asia-Pasifik ditutup terkoreksi pada perdagangan Jumat (6/5/2022), di mana koreksinya berkisar 1%-4% karena investor masih merespons negatif dari kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS).

Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin koreksi dengan ditutup ambruk hingga nyaris 4% atau lebih tepatnya ambruk 3,81% ke level 20.001,96.

Sedangkan indeks Shanghai Composite China dan ASX 200 Australia menyusul dengan ditutup ambruk 2,16% ke masing-masing level 3.001,56 dan 7.205,6. Sementara untuk indeks Straits Times Singapura berakhir ambles 1,55% ke 3.291,89, dan KOSPI Korea Selatan ambrol 1,23% ke 2.644,51.


Hanya indeks Nikkei Jepang yang ditutup di zona hijau pada hari ini, yakni menguat 0,69% ke level 27.003,56.

Sementara untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini masih belum dibuka karena masih adanya libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Saham-saham teknologi di Asia-Pasifik mengalami tekanan jual yang signifikan. Saham konglomerat teknologi Tencent di bursa Hong Kong, misalnya ditutup merosot 4,69%. Sementara, saham raksasa e-commerce China Alibaba 'terjun bebas' 6,57% dan Meituan ambrol 4,68%.

Indeks teknologi di Hang Seng sendiri melorot 5,23%.

Sementara di Negeri Sakura Jepang, saham konglomerat raksasa SoftBank Group terdepresiasi 2,27%. Adapun di Korea Selatan, saham perusahaan internet Kakao tergelincir 5,28% dan produsen elektronik kakap Samsung Electronics drop 2,06%.

Ambruknya sebagian besar bursa Asia-Pasifik pada perdagangan akhir pekan ini terjadi setelah bursa saham AS, Wall Street ditutup ambruk parah di kisaran 3%-5% pada perdagangan Kamis kemarin waktu setempat.

Indeks Dow Jones ditutup ambruk 3,12%, S&P 500 anjlok 3,56%, dan Nasdaq longsor nyaris 5% atau lebih tepatnya 4,99%.

Saham teknologi di AS menjadi pemberat Nasdaq dan turut mengekor ke Asia pada hari ini. Saham emiten teknologi seperti saham Meta dan Amazon anjlok yang masing-masing sebesar 6,8% dan 7,6%. Tidak hanya itu, saham Microsoft turun 4,4%, saham Salesforce terkoreksi 7,1%, dan saham Apple merosot hampir 5,6%.

Saham E-commerce adalah sumber utama penurunan pada Kamis kemarin karena beberapa rilis kinerja keuangan yang mengecewakan.

Saham Etsy dan eBay anjlok yang masing-masing sebesar 16,8% dan 11,7%, setelah merilis panduan neraca keuangan yang mengindikasikan penurunan dari ekspektasi pasar. Selain itu, saham Shopify merosot hampir 15%.

Selain itu, memerahnya Wall Street terjadi setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) menaikkan suku bunga acuannya sebesar setengah poin persentase atau sebesar 50 basis poin (bp), sejalan dengan ekspektasi pasar dan juga kenaikan terbesar dalam dua dekade.

"Tanpa aliran berita yang jelas untuk menjelaskan pembalikan tajam, tampaknya pelonggaran Powell yang mengindikasikan pergerakan 75bp (basis poin) kemungkinan merupakan langkah yang terlalu jauh memberi jalan bagi fokus baru pada inflasi tinggi dan prospek pertumbuhan yang menantang," Taylor Nugent, seorang ekonom di National Australia Bank, dikutip CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa Asia Dibuka Merah, Nikkei-Hang Seng Ambles 1% Lebih


(chd/chd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading