Gokil! Rekor Dana Asing Bawa IHSG Juara I di Asia

Market - Putra, CNBC Indonesia
03 May 2022 20:42
INFOGRAFIS, IHSG Sepekan

Jakarta, CNBC Indonesia - Arus masuk dana asing (inflows) memang mengalir deras ke pasar saham Tanah Air di sepanjang tahun 2022.

Banjir dana asing di pasar ekuitas justru berbanding terbalik dengan di pasar SBN yang mencatatkan outflows jumbo lebih dari Rp 40 triliun sejak awal tahun hingga minggu ketiga April 2022 menurut catatan Bank Indonesia (BI).

Data perdagangan mencatat asing net buy di pasar reguler senilai Rp 59,62 triliun. Sementara itu di pasar negosiasi dan tunai asing net buy Rp 12,5 triliun.


Apabila ditotal, secara keseluruhan, maka net buy asing di seluruh pasar sejak awal tahun hingga 28 April 2022 (sebelum libur hari raya Idul Fitri) telah mencapai Rp 72,12 triliun.

Masuknya dana asing ke pasar saham dengan nilai jumbo tersebut memang terbilang rekor. Sebagai gambaran, di tahun 2019, total inflows asing mencapai Rp 49,2 triliun.

Namun saat Covid-19 melanda di tahun 2020, asing mencatatkan net sell jumbo di pasar saham senilai Rp 47,8 triliun.

Sementara itu tahun lalu, dengan adanya perbaikan ekonomi dan sentimen global yang cukup kondusif, investor asing mencatatkan net buy di pasar saham domestik mencapai hampir Rp 38 triliun.

Itu artinya inflows dana asing selama 4 bulan ini sudah melampaui kinerja satu tahun dalam tiga tahun terakhir.

Memang arus dana portofolio bisa keluar kapan saja. Namun ini juga membuktikan bahwa pasar Indonesia dinilai menarik oleh asing.

Beberapa faktor pemicu arus masuk dana asing jumbo ini adalah kenaikan harga komoditas. Sebagai negara eksportir komoditas, kenaikan harga minyak mentah, batu bara dan CPO menjadi berkah tidak hanya bagi pemerintah tetapi juga pengusaha.

Di sisi lain laba bank kakap yang melejit di tahun 2021 juga menjadi cerminan betapa menariknya berinvestasi di saham-saham Tanah Air.

Berbeda dengan negara-negara maju yang kebanyakan saham dominannya berasal dari sektor teknologi, di Indonesia masih didominasi oleh bank.

Fenomena commodity boom juga mendukung stabilitas nilai tukar rupiah sehingga risiko nilai tukar dapat diminimalkan.

Data perdagangan mencatat ada empat saham yang diborong oleh asing dengan nilai lebih dari Rp 5 triliun sejak awal tahun. Keempat saham tersebut merupakan saham big cap dan blue chip :

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) net buy Rp 10,7 triliun

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) net buy Rp 9,2 triliun

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) net buy Rp 5,8 triliun

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) net buy Rp 5,4 triliun

Dari keempat saham dengan bobot ke indeks yang besar tersebut, harga semua sahamnya naik lebih dari 10%. Saham BBNI memimpin penguatan dengan apresiasi 36,67% sepanjang tahun ini.

Kemudian di posisi runner up ada saham BBRI dengan kenaikan 18,49% secara year to date (ytd), baru di posisi ketiga ada TLKM dengan kenaikan 14,36% dan terakhir BBCA dengan apresiasi 11,30%.

Kenaikan harga saham-saham big cap ini turut mendongkrak kinerja indeks. IHSG sukses mencetak return 9,84% selama 4 bulan terakhir dan berhasil menduduki ranking 1 di kawasan Asia Pasifik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kalau Asing Tak Masuk, Pasar Saham RI Bisa Stagnan


(dce/dce)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading