Kalau Asing Tak Masuk, Pasar Saham RI Bisa Stagnan

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 January 2022 14:49
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku pasar mengkhawatirkan masih rendahnya ketertarikan investor asing untuk masuk ke pasar saham Indonesia. Dengan akan banyaknya aksi korporasi dalam jumlah besar dikhawatirkan tidak akan terserap maksimal, bahkan ada ancaman bahwa pergerakan pasar saham dalam negeri akan stagnan di tahun ini.

Direktur PT Eastspring Investments Indonesia Ari Pitojo mengatakan appetite investor asing untuk masuk ke Indonesia masih menjadi tantangan. Jika hanya mengandalkan investor dalam negeri saja, dinilai akan kurang maksimal dan tak ada pertambahan dana yang masuk ke pasar modal.

"Jadi fundamental bagus tapi harga saham sendiri akan mungkin stagnan karena tidak ada uang baru dan uang akan berpindah tempat saja. Itu memang menjadi challenge buat kita di sini," kata Ari dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, Jumat (7/1/2022).


Dia menjelaskan, jika menilik aliran dana asing (capital inflow) di tahun lalu yang hanya mencapai Rp 38 triliun, dinilai masih cukup rendah, padahal secara fundamental saat ini Indonesia sudah dinilai sangat baik.

Tak hanya Indonesia, menurut dia asing saat ini masih memiliki ketertarikan yang rendah terhadap emiten dari Asia Tenggara. Contohnya saja terhadap penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) Grab di Nasdaq beberapa waktu lalu dinilai kurang diapresiasi, bahkan saham perusahaan ride hailing ini terus mengalami koreksi.

Hal yang sama juga ditakutkan terjadi kepada emiten di Indonesia, dengan akan banyaknya IPO perusahaan sejenis bahkan rights issue dalam jumlah di tahun ini.

Sedangkan jika hanya mengandalkan investor dalam negeri saja, maka ancamannya hanya akan terjadi perpindahan dana dari saham satu ke saham lainnya saja.

"Fundamental kita bagus, yang penting itu ketertarikan asing terhadap pasar kita itu harus lebih karena kebutuhan modal naik,. Kalau cuma mengandalkan lokal itu akan sulit naik. Jadi naik turun saja," tukasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Nasib Sial! Jadi 'Anak Baru' Harga Sahamnya Kok Doyan ARB


(mon)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading