Last Day Sebelum Libur Nih! IHSG Dibuka Meriah Sambut Lebaran

Market - Putra, CNBC Indonesia
28 April 2022 09:23
Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat signifikan 0,88% ke level 7.252,15 pada perdagangan terakhir bulan April sekaligus jelang libur panjang Idulfitri.

Pada 09.15 WIB, IHSG terpantau masih menguat 0,66% di 7.244. Asing justru net buy jumbo senilai Rp 434,88 miliar pagi ini.

Saham BMRI dan BBCA menjadi dua saham paling banyak diborong asing dengan net buy Rp 243 miliar dan Rp 53 miliar.


Sedangkan saham BBNI dan MDKA dilego asing dengan nilai mencapai Rp 6,4 miliar dan Rp 5,4 miliar.

Berpaling ke bursa saham AS, tiga indeks utama ditutup menguat. Dow Jones Industrial Average (DJIA) berakhir di posisi 33.286,68, naik 0,14%. Sementara S&P 500 finis 4.182,38 (0,17%) dan Nasdaq Composite ditutup di 12.487,18 (0,03%).

Sepertinya hawa technical rebound begitu kuat di Wall Street setelah terjadi koreksi besar pada perdagangan sehari sebelumnya. Bahkan dalam sebulan terakhir, S&P 500 masih membukukan koreksi hingga lebih dari 7% secara point-to-point.

Untuk perdagangan hari ini, investor perlu menyimak sejumlah sentimen yang bisa menggerakkan pasar. Pertama tentu perkembangan di Wall Street yang menggembirakan. Semoga kabar baik dari seberang Samudera Atlantik mampu mengangkat pasar keuangan Asia, termasuk Indonesia.

Namun perlu dicatat pula bahwa hari ini adalah hari perdagangan terakhir sebelum libur panjang cuti bersama Idulfitri. Aura liburan yang begitu kuat bisa menjadi penghalang bagi laju IHSG.

Sentimen kedua, kali ini dari dalam negeri, adalah keputusan pemerintah soal nasib kelapa sawit. Setelah ramai beredar berbagai spekulasi, akhirnya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk benar-benar melarang ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan berbagai produk turunan kelapa sawit lainnya.

"Kebijakan pelarangan ini didetailkan yaitu berlaku untuk semua produk, baik itu CPO, RPO (Red Palm Oil), RBD (Refined, Bleached, DeodorizedPalm Olein, pome, dan used cooking oil. Sudah tercakup dalam Permendag dan berlaku malam hari ini pukul 00.00 WIB sesuai arahan Presiden," jelas Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam konferensi pers kemarin malam.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Omicron Menghantui Dunia, IHSG Kembali Ditutup Melemah


(trp/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading