IHSG Sempat Longsor 1,2%, Gegara Larangan Ekspor CPO?

Market - Putra, CNBC Indonesia
25 April 2022 09:18
Layar monitor menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka ambles 0,30% di level 7.204,16 mengawali perdagangan perdana pekan ini, Senin (25/4/2022).

Koreksi IHSG berlanjut dan drop 0,9% selang satu menit perdagangan dimulai. Bahkan pada 09.01 WIB IHSG ambles 1,06% dan keluar dari level psikologi 7.200. Kemudian IHSG terus terkoreksi dan sempat longsor 1,2% lebih. 

Beralih ke regional, bursa Asia-Pasifik yang cenderung terkoreksi cukup dalam pada pagi hari ini mengikuti pergerakan bursa saham AS, Wall Street pada Jumat pekan lalu yang kembali berjatuhan seiring dengan rencana bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang semakin agresif menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi.


Indeks Dow Jones ditutup ambruk 2,82% ke level 33.811,398, S&P 500 anjlok 2,77% ke 4.271,83, dan Nasdaq Composite longsor 2,55% ke posisi 12.839,29.

Investor masih merespons negatif dari pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell pada Jumat lalu dini hari waktu Indonesia, di mana Powell mengatakan kenaikan suku bunga 50 basis poin (bp) sudah siap diketok pada pertemuan The Fed berikutnya.

Dia juga mengatakan saat ini merupakan momen yang tepat untuk 'bergerak lebih cepat' dalam memerangi inflasi.

Jebloknya Wall Street tentunya memberikan sentimen negatif ke pasar saham global. Maklum saja, Wall Street merupakan kiblat bursa saham dunia.

Tetapi di tahun ini, IHSG tidak terlalu terpengaruh dengan Wall Street. Bursa Kebanggaan Tanah Air malah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa berkali-kali saat Wall Street merosot.

Salah satu pemicunya yakni tingginya harga komoditas yang menguntungkan bagi Indonesia. Neraca perdagangan mencatat surplus 23 bulan beruntun, yang membuat pendapatan negara melonjak.

Namun, di saat Indonesia sedang mendapat "durian runtuh" dari tingginya harga komoditas, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan melarang ekspor CPO, salah satu kontributor terbesar surplus neraca perdagangan.

Keputusan tersebut ditetapkan Jokowi Jumat pekan lalu setelah memimpin rapat terbatas mengenai pemenuhan kebutuhan pokok rakyat, utamanya minyak goreng dalam negeri. Kebijakan ini akan berlaku mulai 28 April 2022, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kebijakan tersebut tentunya bisa memberikan dampak negatif ke IHSG, tidak hanya emiten sawit, tetapi juga secara keseluruhan. Sebab, dengan dilarangnya ekspor CPO pendapatan negara akan berkurang drastis.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Omicron & Tapering Off, IHSG Melemah di Awal Perdagangan


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading