Harga Komoditas Ini Terbang 9,26%, Indonesia Makin Kaya Nih!

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
24 April 2022 11:15
Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Boikot batu bara Rusia oleh Uni Eropa dan Jepang membuat harga emas hitam melambung sepanjang pekan ini. Harga batu bara acuan Newcastle (Australia) ditutup di US$ 349,75/ton, melonjak 9,26% dibandingkan pekan sebelumnya. Ini jadi kenaikan untuk tiga minggu beruntun.

Awal pekan dibuka dengan harga batu bara dunia yang bergerak datar di level US$ 319/ton. Akan tetapi memanas di hari kedua pekan ini. Pada Selasa (19/4/2022) harga batu bara dunia melesat 4,97% dibandingkan posisi sebelumnya. Kemudian, menguat 2,86% dan 3,54% pada dua hari perdagangan selanjutnya.


Faktor melambungnya harga batu bara masih disebabkan ketatnya pasokan. Setelah Uni Eropa dan Jepang melarang impor batu bara dari Rusia, pasar batu bara menjadi sangat ketat karena ketidakseimbangan antara permintaan pasokan dan permintaan makin melebar.

Belum lagi semakin banyak negara yang mengalihkan sumber energi pembangkitnya ke batu bara seiring dengan lonjakan harga gas. Langkah ini diambil negara-negara di kawasan Balkan seperti Macedonia Utara. Pasalnya, meskipun harganya sudah melonjak, harga batu bara tetap lebih murah dibandingkan gas.

Melambungnya harga batu bara membuat sejumlah negara kini mencari pemasok yang lebih murah. Pakistan yang selama ini menggantungkan pasokan batu bara dari Afrika Selatan kini mencari pemasok yang lebih murah karena batu bara dari Afrika Selatan menjadi lebih mahal.

Selain persoalan logistik, harga batu bara Afrika Selatan menjadi mahal karena ada gejolak sosial yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Merujuk pada S&P Global, harga batu bara Afrika Selatan melonjak 156,35% dari US$ 107,45/ton di awal Januari menjadi US$ 275,45/ton pada 20 April.

S&P Global Commodity Insights melaporkan Pakistan menjadikan Mozambik, Tajikistan, dan Indonesia sebagai pemasok alternatif batu bara mereka. Impor batu bara dari Afrika Selatan turun 32% (year on year/YoY) pada tahun lalu. Sementara impor dari Indonesia melonjak tajam 55%. "Banyak dari pengusaha tekstil yang mengalihkan sumber energi pabrik mereka ke batu bara," tutur salah satu pengusaha Pakistan, seperti dikutip dari S&P Global.

Selain persoalan logistik, harga batu bara Afrika Selatan menjadi mahal karena ada gejolak sosial yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Merujuk pada S&P Global, harga batu bara Afrika Selatan melonjak 156,35% dari US$ 107,45/ton di awal Januari menjadi US$ 275,45/ton pada 20 April.

S&P Global Commodity Insights melaporkan Pakistan menjadikan Mozambik, Tajikistan, dan Indonesia sebagai pemasok alternatif batu bara mereka. Impor batu bara dari Afrika Selatan turun 32% (year on year/YoY) pada tahun lalu. Sementara impor dari Indonesia melonjak tajam 55%. "Banyak dari pengusaha tekstil yang mengalihkan sumber energi pabrik mereka ke batu bara," tutur salah satu pengusaha Pakistan, seperti dikutip dari S&P Global.

Pakistan bahkan kini terancam krisis listrik karena kurangnya pasokan batu bara. Sebelumnya, Vietnam juga menghadapi persoalan serupa karena mahalnya harga batu bara. Bila Pakistan mencari pemasok alternatif, sejumlah negara seperti China dan India justru meningkatkan impor batu bara mereka dari Rusia untuk mendapatkan pasokan yang lebih murah.

Impor batu bara India dari Rusia mencapai 1,08 juta ton di Maret 2022, lebih dari dua kali lipat dibandingkan yang tercatat di Februari. China mengimpor cooking coal dari Rusia sebanyak 1,4 juta ton di Maret, melonjak drastis dibandingkan yang tercatat di Februari 2022 (1,1 juta ton) atau Maret 2021 (550.000 ton).

Produksi batu bara China memang meningkat 14,8% yoy di Maret menjadi 395,79 juta ton. Mereka juga menargetkan produksi batu bara sebesar 12 juta per hari. Namun, batu bara produksi China berkualitas redah tidak cocok untuk peleburan baja. Negara Tirai Bambu pun masih menggantungkan banyak pasokan impor untuk batu bara metalurgi mereka.

Indonesia cukup diuntungkan dari tingginya harga bat bara, sebab bisa mendongkrak devisa dari nilai ekspor.  Berdasarkan data BP Statistical Review 2021, Indonesia merupakan pemilik cadangan batu bara terbesar ketujuh di dunia yakni mencapai 34,87 miliar ton, status hingga akhir 2020. Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), status per Juli 2020, jumlah sumber daya batu bara RI mencapai 148,7 miliar ton dan cadangan 39,56 miliar ton.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perang Dunia III Meletus, Pasokan Batu Bara Dunia Bisa Kiamat


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading