Asing Borong Lagi Saham GOTO, Sudah Masuk Rp 600 M

Market - Tim Riset, CNBC Indonesia
22 April 2022 12:42
Pencatatan Perdana Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/4/2022).. (dok. GoTo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing masih terus mengoleksi saham emiten jasa ride-hailing dan e-commerce PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Sejak awal debut di bursa, asing tercatat sudah memborong saham GOTO mencapai lebih dari Rp 600 miliar.

Sementara, mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) per penutupan sesi I, Jumat (22/4/2022), harga saham GOTO turun 1,18% ke Rp 336/unit dengan nilai transaksi Rp 619,99 miliar dan volume perdagangan 1,83 miliar saham.

Hingga siang ini, investor asing melakukan beli bersih (net buy) Rp 113,98 miliar di semua pasar. Adapun, sejak melantai di bursa pada 11 April 2022, asing sudah mencatatkan net buy Rp 607,24 miliar di semua pasar.


Sebelumnya, pihak GoTo menjelaskan, stabilisasi harga melalui skema greenshoe saham GOTO telah bekerja sejak Rabu (20/4). Hal ini terungkap dalam keterbukaan informasi terkait aktivitas tersebut.

CGS-CIMB Sekuritas Indonesia menjadi broker yang bertanggung jawab atas greenshoe.

Pada Rabu, Broker ini telah membeli 1,22 miliar saham GoTo di rata-rata harga Rp 338 per saham.

Sementara, pada Kamis kemarin (21/4), CGS-CIMB telah membeli 1,31 miliar saham GOTO dengan rerata harga Rp 337,99 per saham.

Dengan demikian, total nilai akumulasi saham yang telah dibeli selama 2 hari terakhir mencapai Rp 857,84 miliar.

Adapun alokasi greenshoe sebesar 6,09 miliar saham. Dengan ini, per Kamis (21/4), saham yang telah dibeli untuk stabilisasi harga itu sebesar 41,66% dari alokasi yang ada.

Asal tahu saja, aturan Greenshoe diatur dalam Peraturan Bapepam-LK No.XI.B.4 tentang Stabilisasi Harga Saham dalam Rangka Penawaran Umum Perdana (IPO).

Intinya, regulasi ini membolehkan emiten melakukan intervensi atau stabilisasi harga dengan ketentuan maksimal 15% dari saham IPO dengan jangka waktu pelaksanaan maksimal 30 hari.

Dari sudut pandang investor, IPO dengan opsi greenshoe memberikan rasa aman bahwa setelah listing harga saham akan terus dijaga sehingga tidak jatuh di bawah harga penawaran perdananya.

Strategi ini juga mencerminkan komitmen emiten yang lebih fokus pada pergerakan harga yang stabil ketimbang target dana IPO yang terlalu bombastis.

Dalam menerapkan skema greenshoe, GoTo menetapkan sampai dengan sebanyak-banyaknya 15% dari jumlah saham yang ditawarkan pada saat IPO, yang akan diambil dari saham treasuri.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ajaib: Terima Kasih Gojek Tokopedia Pilih IPO di Indonesia


(vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading