Kembali Tiarap! Harga Emas Turun Lagi

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
21 April 2022 08:00
Pekerja menata perhiasan emas di toko emas Kawasan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/3/2022). Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas masih volatile dalam sepekan terakhir. Pada Kamis (21/4/2022) pukul 06:30 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.955,14 per troy ons. Emas melemah 0,12%.

Harga emas sempat naik 0,4% pada perdagangan Rabu (20/4) dan ditutup di level US$ 1.957,41. Volatilitas emas sudah terjadi sejak pertengahan April karena kuatnya tarik menarik dua faktor yang bertolak belakang. Di satu sisi, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed melemahkan emas. Namun, di sisi lain, ada faktor perang yang mendorong harga emas.


Sejak awal April, emas mampu bergerak perlahan-lahan untuk mendekati level US$ 2.000 dari titik US$ 1.924,3 ke titik US$ 1.978,49 pada Senin (18/4). Namun, pada Selasa (19/4) dan hari ini, Kamis (21/4), emas kembali melemah.

Dalam sepekan, harga emas turun 0,98% secara point to point. Dalam sebulan, emas masih menguat 1,75% sementara dalam setahun melonjak 9,02%.

"Harga emas tengah dalam fase konsolidasi. Pergerakan harganya sangat tergantung pada penguatan dollar Amerika Serikat (AS). Dollar AS sangat kuat saat ini sejalan dengan kenaikan yield surat utang pemerintah Amerika Serikat dan ekspektasi inflasi," tutur Michael Hewson, analis dari CMC Markets, seperti dikutip Reuters.

Yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak ke level 2,85% pada Kamis (21/4) yang menyamai rekor tertingginya pada Desember 2018. Meningkatnya yield dipicu ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 50 bps pada Mei mendatang. Kenaikan yield surat utang pemerintah AS membuat emas menjadi tidak menarik karena emas tidak menawarkan imbal hasil.

Daniel Pavilonis dari RJO Futures, mengatakan emas masih berpeluang naik terutama didorong oleh kekhawatiran memburuknya situasi perang Rusia-Ukraina serta lonjakan inflasi.

"Memang ada koreksi harga emas tetapi ada juga peluang emas untuk naik," tuturnya, seperti dikutip Reuters.

Perang Rusia dan Ukraina diyakini akan makin memanas ke depan. Rusia sendiri telah memasuki "fase kedua" serangan sejak awal pekan ini.

Meski Kremlin menyebut akan fokus ke Ukraina bagian Timur, Donbass, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) menyebut serangan Rusia itu adalah awal dari operasi yang lebih besar. Donbass sendiri adalah pusat milisi pemberontak pemerintah Kyiv.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Triple Horor Bikin Harga Emas Mulai Trengginas


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading