Analisis Teknikal

Kemarin Berhasil Selamat, Hari Ini IHSG Masih Rawan Koreksi

Market - Putra, CNBC Indonesia
21 April 2022 06:50
Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,39% di level 7.227,36 pada perdagangan kemarin, Rabu (20/4/2022).

IHSG sempat terkoreksi di sesi I, tetapi berhasil kembali rebound di sesi II. Kendati IHSG menguat, tetapi kinerja bursa saham domestik terbilang so so.

Salah satu faktor yang memicu IHSG kembali rebound adalah adanya inflow dana asing. Data perdagangan mencatat, asing net buy jumbo sebesar Rp 1,04 triliun di pasar reguler.


Sementara, indeks saham acuan bursa saham Filipina melesat 1,49% dan menjadi indeks yang memberikan return tertinggi di dunia kemarin.

Dari sisi eksternal, belum ada katalis kuat yang bisa mendorong IHSG naik tinggi hari ini. Pergerakan saham-saham di Wall Street masih dipengaruhi oleh sentimen rilis kinerja keuangan.

Sekitar 12% perusahaan yang menjadi konstituen indeks S&P 500 telah merilis kinerja keuangannya, dengan 80% di antaranya membukukan laba bersih di atas ekspektasi, sebagaimana direkam FactSet.

Pasar memantau imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang mencapai lebih dari 2,94% menjadi level tertinggi sejak Desember 2018.

"Ada rasa lelah memantau kenaikan suku bunga acuan dan inflasi," tutur Sylvia Jablonski, Direktur Investasi Defiance dikutip dari CNBC International.

Lantas bagaimana pergerakan IHSG pada hari ini, Kamis (21/4/2022)? Simak analisisnya berikut ini. 

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Teknikal
Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode harian (daily) dan menggunakan indikator Bollinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support). 

Jika melihat level penutupan IHSG kemarin dan indikator BB, tampak bahwa indeks masih bergerak di rentang support dan resisten terdekat. Pola candle yang terbentuk juga doji.

Selanjutnya pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

RSI cenderung naik dari level 60,74 ke 62,84 setelah sebelumnya menyentuh area jenuh belinya.

Dari sisi indikator lain yakni Moving Average Convergence Divergence (MACD), garis EMA 12 mulai tampak akan memotong garis EMA 26 yang dapat mencerminkan adanya potensi pembalikan arah dari uptrend-nya.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG berpotensi terkonsolidasi terlebih dahulu di rentang 7.132-7.309.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Sempat Sentuh Rekor Lagi


(trp/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading