Kompak Sama IHSG, Indeks Saham Syariah Tembus Rekor 200

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
15 April 2022 14:45
Warga mempelajari platform investasi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: Pengunjung mempelajari platform investasi digital di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pasar modal syariah telah menunjukkan kinerja yang baik dan memuaskan memasuki kuartal II/2022.

Kinerja pasar modal syariah ini sejalan dengan pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang telah menembus level psikologis 7.000.

Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan BEI mengatakan sejalan dengan IHSG, indeks saham syariah juga telah melewati level psikologisnya di level 200. Indeks saham syariah tercatat berada pada level 205,5 pada penutupan perdagangan Rabu (13/4/2022).

"Berdasarkan data yang kami miliki per 12 April 2022, untuk Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ini secara year-to-date (YTD) mengalami kenaikan 5,76% di level 203,5," kata Hasan, Kamis (14/4/2022).

Hasan juga menyebutkan saham syariah masih mendominasi pasar saham secara keseluruhan di BEI, dengan 480 saham yang masuk ke dalam kelompok saham syariah. Jumlah tersebut mencakup 61,38% dari total keseluruhan saham yang tercatat di BEI saat ini.

Adapun total kapitalisasi saham syariah mencapai Rp 4.315 triliun atau setara 46% dari total kapitalisasi pasar di BEI.

"Total investor saham syariah juga bertumbuh dari 2017 hingga Maret 2022, jumlah investor saham syariah tumbuh hingga 367%," jelas Hasan.

Pada 2017 jumlah investor saham syariah hanya sebanyak 23.207, naik menjadi 44.536 pada 2018, pada 2019 terdapat 68.599 investor, 2020 sebanyak 85.889, pada 2021 terdapat 105.174 investor, dan hingga Maret 2022 mencapai 108.345 investor.

Sayangnya, jumlah investor syariah tidak selalu menanjak, berbeda dari 2017 ke 2018 yang tumbuh 92%, 2018 ke 2019 justru terjadi penurunan hingga 54%, kemudian penurunan kembali terjadi pada periode 2019 ke 2020 dengan penurunan 25%.

"Pada masa pandemi kembali terjadi penurunan hingga sisa 22,5% saja," ungkap Hasan.

Meski begitu, pada 2022, Hasan menargetkan pertumbuhan investor syariah hingga 30%. Hingga saat ini dilaporkan terdapat 13 saham syariah tercatat baru atau 81% dari total pencatatan saham baru di BEI yang saat ini mencapai 16 saham.

"Guna mendorong investor syariah aktif, kami rutin mengadakan edukasi, pengembangan pasar, dan inovasi produk. Kami akan terus mendorong kehadiran AB SOTS (Anggota Bursa penyedia layanan Sharia Online Trading System) bergabung untuk menjadi SOTS yang menerapkan simplifikasi online dalam pembukaan rekening saham syariah. Harapannya bisa mempercepat pertumbuhan saham dan investor syariah," ucapnya.


[Gambas:Video CNBC]

(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading